Trending

Relawan HI Bontang dan GMBPB ke Majene, Bangun 5 Rumah Huni untuk Korban Gempa

BEKESAH.co- Peristiwa gempa bumi yang mengguncang tanah Sulawesi Barat (Sulbar) turut menjadi duka bagi warga Bontang.

Meski masa tanggap darurat bencana telah berakhir pada 4 Februari lalu, tak menyurutkan semangat relawan Human Initiative (HI) Kota Bontang membantu korban gempa di Sulbar.

Berkolaborasi dengan Gerakan Masyarakat Bontang Peduli Bencana (GMBPB) yang diinisiasi Organisasi Bontang Berbagi (OBB), lembaga kemanusiaan nasional yang mulanya di sebut PKPU ini mengunjungi korban gempa Sulbar pada Minggu (7/2) lalu.

Relawan HI dan GMBPB berfoto saat berada di Majene, Sulbar

Bersama GMBPB, selama kurang lebih sepekan HI membangun setidaknya 5 rumah senyum hunian layak pakai, dengan target sampel 500 kepala keluarga (KK) di daerah Majene Sulbar.

Pembangunan rumah senyum tersebut menyebar di beberapa titik wilayah yang cukup parah dampaknya, yakni Desa Lombong Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

Pun persyaratan bagi penerima rumah senyum hunian layak pakai ini adalah korban yang rumahnya hancur atau tidak dapat digunakan lagi, memiliki balita ataupun lansia.

Selain pembuatan rumah senyum hunian layak pakai, HI bersama GMBPB juga melakukan pembagian sembako dan penyaluran hygiene kits.

Sebanyak 25 paket sembako serta uang tunai, senilai Rp 100 ribu per penerima manfaat, diserahkan langsung kepada penyitas bencana gempa di daerah Dusun Paga Desa Makatta Selatan.

Adapun penyaluran hygiene kits dengan total 85 paket disalurkan di daerah Desa Suali Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene.

Selain itu pelayanan psikososial untuk memulihkan psikis khususnya anak-anak, Hi juga berkolaborasi dengan beberapa mahasiswa.

Sebab diketahui selain menimbulkan kerusakan yang cukup parah bagi rumah warga bahkan menimbulkan korban jiwa, pun memberikan dampak-dampak psikososial yang cukup serius bagi yang mengalaminya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ridwan, salah satu relawan HI yang berada di Majene mengatakan, pembangunan rumah senyum bahkan pelayanan psikosial tersebut guna memberikan keringanan bagi penyintas yang terdampak.

Dia juga menambahkan, kegiatan tersebut kerab kali dilakukan di beberapa daerah yang sering kali mengalami bencana alam.

“Ada 500 sempel rumah yang akan kami bangun, dan untuk pelayanan psikososial sebenarnya dikhususkan bagi anak-anak, agar psikis akibat bencana tersebut hilang dan dapat beraktifitas seperti biasa,” ujarnya ditemui di pengungsian.

Pembangunan MCK semi permanen juga di buatkan bagi korban di Desa Bambangan Kecamatan Malunda, Majene. Ada satu MCK yang dibuat yang dikhususkan bagi dua desa.

Ketua Relawan Indonesia yang juga menjadi relawan HI, Subur mengatakan, pembangunan MCK di daerah yang benar-benar wilayahnya rusak parah.

“Di tengah-tengah, agar dapat mencakup dua desa,” pungkasnya.

Subur juga berterima kasih bagi seluruh masyarakat serta elemen yang sudah berpartisipasi dalam membantu serta meringankan beban penyintas di Sulbar.

Dia juga berharap agar ke depan semuanya dapat berjalan seperti semula, dan bagi penyintas dapat diberikan ketabahan serta kesabaran.

“Kami juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat, serta relawan yang telah membantu kami dalam melakukan kegiatan kemanusiaan di daerah Majene. Semoga semuanya menjadi berkah,” ungkapnya.

“Semoga bisa secepatnya kembali pulih, dan tidak ada gempa susulan, supaya semuanya dapat berjalan normal lagi,” lanjutnya.

Diketahui donasi bantuan dari (GMBPB) ada sekira Rp 40 juta dan dikelola oleh lembaga HI sebelum disalurkan bagi penyitas bencana gempa Sulbar.(*)

Penulis: Iqbal Tawakkal

Tags

Related Articles

Back to top button
Close