Connect with us

Gaya Hidup

5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

Published

on

BEKESAH.co – Setiap orangtua tentu menginginkan anak-anak mereka tumbuh dengan sikap disiplin. Namun, membangun disiplin pada anak bukanlah tugas yang instan, melainkan suatu proses yang memerlukan kesabaran. Orangtua perlu mengetahui cara mendisiplinkan anak tanpa harus melakukan kekerasan. Dengan demikian, anak-anak dapat memiliki sikap disiplin yang berasal dari kesadaran diri.

Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, seorang psikolog dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa disiplin adalah sikap seseorang untuk mematuhi aturan nilai-nilai secara otomatis dari dalam dirinya sendiri.

“Disiplin adalah sesuatu terkait bagaimana cara orang bisa mematuhi sebuah aturan nilai-nilai, tidak perlu diingatkan dari luar, tetapi secara otomatis dia memahami dan melakukan dari dalam dirinya sendiri,” ungkap Prof. Rose Mini Agoes Salim.

Menumbuhkan sikap disiplin pada anak memerlukan kesabaran dari orangtua. Berikut adalah lima cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan, seperti dirangkum Bekesah dari Kompas.com.

Advertisement

1. Memberi Contoh:
Cara paling efektif untuk mendisiplinkan anak tanpa kekerasan adalah dengan memberikan contoh. Anak adalah peniru ulung. Bunda Romy, panggilan akrab Prof. Rose Mini Agoes Salim, menekankan bahwa disiplin bisa diajarkan tanpa kekerasan jika orangtua sendiri memiliki disiplin yang sama. Sebagai contoh, jika orangtua ingin anaknya bangun pagi, mereka harus memberikan contoh dengan bangun pagi juga.

2. Menjelaskan Alasannya:
Anak-anak membutuhkan pemahaman mengapa mereka harus memiliki sikap disiplin. Orangtua bertanggung jawab memberikan penjelasan mengenai alasan dan manfaat di balik sikap disiplin tersebut. Sebelum meminta anak bangun pagi, orangtua harus menjelaskan manfaat bangun pagi bagi anak, sehingga anak memahami pentingnya tindakan tersebut.

3. Tegas Penuh Kasih Sayang:
Mendisiplinkan anak tanpa kekerasan berarti menyeimbangkan antara ketegasan dan kasih sayang. Praktisi Psikologi Anak, Aninda, menekankan bahwa pendekatan ini memerlukan ketegasan namun tetap penuh kasih sayang.

Baca Juga  Produksi ASI Kurang? Mungkin Ini Salah Satu Sebabnya

4. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami:
Saat mendisiplinkan anak, orangtua sebaiknya menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Hal ini mempermudah anak memahami aturan dan kebiasaan yang diterapkan.

Advertisement

5. Konsisten
Konsistensi adalah kunci dalam mendisiplinkan anak tanpa kekerasan. Misalnya, jika orangtua ingin anak terbiasa makan tepat waktu di meja makan, mereka perlu konsisten mendudukkan anak di kursi makan setiap waktu makan.

Melalui penerapan metode-metode ini dengan konsisten, orangtua dapat membantu anak-anak mengembangkan sikap disiplin tanpa harus menggunakan kekerasan. (*)

JANGKAU BERITA BEKESAH LEBIH BANYAK DI GOGGLE NEWS klik link di bawah ini

https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMLWJygsw9aThAw?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid

Advertisement

Atau dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2