Connect with us

Bontang

Rawan Buaya Tapi Tetap Nekat Berenang, Warga Lok Tuan: Namanya Juga Anak Pesisir

Published

on

BEKESAH.co- Insiden warga diterkam buaya bukan kali pertama terjadi di perairan Lok Tuan. Meski sudah dipasang papan larangan berenang, namun kegiatan itu tetap saja dilakukan warga sekitar. Anak-anak, maupun orang tua.

Hal itupun diakui Bachtiar, paman AA, bocah Selambai yang diterkam buaya Rabu (30/12/2020) kemarin.

“Dihari sebelumnya, kita juga berenang bersama anak-anak itu di sini (perairan Selambai). Hampir setiap hari memang, sudah biasa,” ujarnya, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, papan berisi imbauan larangan berenang yang dipajang di lokasi tersebut dinilai kurang efektif. Bahkan tidak memberikan efek kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

“Namanya juga anak pesisir, kalau tidak berenang aneh. Yah gimana gitu,” ujarnya.

Advertisement

Pun demikian, dia berharap ada langkah preventif yang dilakukan pemerintah untuk meminimalisir kejadian tersebut terulang kembali.

“Semoga tidak ada korban lagi,” katanya.

Sementara itu, Lurah Lok Tuan Takwin mengatakan, saat ini pihaknya hanya melakukan imbauan secara masif kepada masyarakat.

Selain itu, melakukan kordinasi dengan pihak RT untuk memberikan peringatan waspada kepada warga tidak berenang di lokasi rawan buaya.

“Kita sudah pasang plang peringatan juga, sudah memberikan imbauan kepada orang tua dan anak-anak secara langsung juga,” ucapnya.

Advertisement

Terkait solusi ke depannya, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, agar tidak muncul korban lagi.

“Untuk masyarakat, mohon kerjasamanya mematuhi himbauan yang ada,” tutupnya.

Sebelumnya buaya muara kembali menyerang warga Lok Tuan pada Rabu (30/12/2020). Kali ini anak berusia 12 tahun.

Kejadian bermula saat bocah berinisial AA bersama 15 rekannya berenang di perairan Selambai sekira pukul 17.00 Wita sore tadi. Asyik berenang, tiba-tiba AA merasa ada yang menarik kakinya.

Baca Juga  Bersepeda Jadi Hobi Baru Gelandang Bertahan Persebaya Asal Lok Tuan Ini

“Sekuat tenaga ia melepaskan dengan mengayunkan kakinya, kemudian korban dilepaskan dari gigitan buaya,” papar Bhabinkamtibmas Kelurahan Lok Tuan, Ahmad Bajuri.

Advertisement

Sesaat setelah terlepas dari cengkraman predator tersebut, bagian paha AA diterkam. Bocah itu pun melakukan perlawanan agar bisa lolos dari gigitan buaya.

Akhirnya korban berhasil selamat. Saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Pupuk Kaltim.

“Luka parah dibagian kaki sebelah kiri, kemungkinan akan menjalankan operasi,” pungkasnya.(*)

Penulis : Maimunah Afiah

Advertisement