Connect with us

Bontang

Mengenal Sosok Penggerak Kombes, Sulap Jalanan Jadi Panggung Musik Buat Galang Dana

Published

on

BEKESAH.co- Agus Fahmi adalah sosok dibalik lahirnya Komunitas Berbuat Saja (Kombes). Komunitas yang kerap turun ke jalan menggelar aksi galang dana lewat nada. Pria berusia 57 tahun ini terkenal dikalangan musisi jalanan Kota Bontang. Hio, begitulah ia disapa.

Beberapa orang boleh saja menyebut Hio orang tua. Tapi api semangat bergerak membantu beberapa korban bencana masih terang menyala.

Sejak dua tahun terakhir, pria kelahiran Bangkalan Madura itu aktif dalam gerakan sosial. Berangkat dari keresahannya, Hio berharap Kota Bontang hadir untuk Indonesia. Itulah kali pertamanya Kombes terbentuk 2018 lalu. Tepatnya saat menggalang dana bagi korban bencana gempa di Lombok.

“Setia ada bencana, kami lakukan aksi galang dana. Ngamen di lampu merah. Biasanya sering di pintu masih Ramayana,” kata Hio disambangi di base camp Kombes, Minggu (19/7/2020).

Advertisement

Bermodalkan alat musik seadanya, Kombes mengubah jalanan jadi panggung musik. Menyajikan hiburan bagi pengendara maupun pengunjung. Sembari berharap ada uluran tangan yang bisa dikumpulkan untuk korban bencana.

Aksi sosial Kombes tidak hanya terfokus pada korban bencana. Komunitas ini ternyata juga punya anak asuh yang disekolahkan di salah satu sekolah negeri di Bontang.

“Kami tanggung pembayaran dan alat tulis sekolahnya tiap bulan. Uangnya hasil dari ngamen teman-teman,” tuturnya.

Sejatinya Kombes dibentuk hanya sebatas wadah bagi para relawan. Tak muluk-muluk, aktivitas kelompok ini hanya bermain musik dan galang dana. Kelompok ini terbuka untuk siapa aja yang ingin bergabung tanpa ada syarat khusus.

Advertisement

Tak ada data persis berapa anggota Kombes, yang jelas kata Hio, bagi siapa aja yang ikut membantu maka itu adalah anggotanya.

Baca Juga  Manfaatkan Waktu Dinas, Najirah Pilih Lobi Anggaran ke Pusat untuk Program Prioritas di Bontang

“Kami bentuk Kombes ini hanya sebatas untuk orang-orang yang ingin berbuat saja antar sesama manusia. Tak memandang suku, ras, dan agama. Anggotanya pun tak terdata. Siapa aja yang ikut ngamen itu sudah bagian dari anggota,” pungkasnya.(*)

 

Penulis: Ismail Usman

Advertisement
Continue Reading
Advertisement