Connect with us

Bontang

Kisah Inspiratif Pengusaha Kosmetik Bontang, Sempat Jualan Timun Diupah Rp1.000

Published

on

Dinasti Rukaiah, pemilik Dina Shop yang sukses merintis usahanya di bidang kosmetik. (Foto : Jihan Andinih - Bekesah.co)

BEKESAH.co, Bontang – Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Ya Prinsip itu yang terus dipegang seorang Dinasti Rukaiyah, wanita kelahiran 1996 yang menjalani hidupnya dengan penuh perjuangan. Perlahan, lewat bisnis kosmetik yang ia tekuni bersama suami sang suami, kini usahanya itu terbilang  cukup dikenal se-Kota Bontang.

Sejak umur tiga tahun ia harus ikut bersama orang tuanya dan hidup di Sumatera hingga duduk di bangku SMP. Ia mengakui dulunya sang ayah adalah seorang kepala sekolah dan ibunya seorang guru.

Namun, roda kehidupan dimulai, dan merubah segalanya. Dimana orang tuanya harus berkebun. Berbagai macam hasil kebun yang telah disortir ke tengkulak, sisanya akan Dina ambil untuk dijualnya.

Kerasnya kehidupan banyak mengajarkan Dina kecil untuk tak mudah meraih apapun yang diimpikan. Masih segar diingatannya, sejak masih SD hingga SMA menjajakan es lilin keliling di Samarinda. “Kehidupan saya ini mengalir, dan cukup mendidik saya menjadi orang yang tidak mudah patah semangat,” tuturnya.

Advertisement

Setelah lulus SMA ia sempat bekerja menjadi guru honorer di Taman Kanak-Kanak  (TK) selama dua tahun dengan gaji Rp150.000 sebulan. Sadar perekonomian sulit, Dina terpaksa tak bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

Setelah bekerja menjadi guru honorer, ia melanjutkan perjalanan merantau ke Kota Bontang, menjadi bagian dari tim catering. Saat itulah ia bisa mengenal pria yang saat ini menjadi suaminya. Mereka menikah pada medio 2018.

Setelah menikah, tak lama Dina dikaruniai buah hati, sadar akan kodratnya sebagai seorang istri dan seorang ibu, pada akhirnya memantapkan hatinya untuk resign dari kerjaan. Dengan hanya mengandalkan gaji seorang suami, yang saat itu serba kekurangan. Dina memutar otak untuk membantu perekonomian keluarga kecilnya.

Baca Juga  Tenaga PPLH di Kutim Minim, DLH Usulkan ke Pemkab

Saat itu ia mendaftar kartu prakerja, dan ia lolos sehingga dengan modal Rp600.000 ia jadikan bekal untuk membeli bedak lotong. Hasil dari penjualan itu ia tabung. Bahkan dia juga menjadi kurir di kala bayinya yang baru saja lahir.

Advertisement

Setiap usaha selalu ada pasang surutnya, namun Dina konsisten untuk tetap berjualan. yang awalnya hanya di rumahan dan menjual satu dua picis, lama kelamaan bisa menjadi berpuluh picis. Ia terus bertekad, dan percaya bahwa apapun itu sudah diatur oleh yang diatas.

Akhirnya dia memberanikan diri untuk kredit etalase dan lain sebagainya, untuk dirinya berjualan. Namun, ia kembali di uji, sang suami kena PHK.

“Saya cuman pesan ke suami saya waktu itu, ayo kita kembangin bisnis bareng. InshaAllah pasti sukses,” tutur Dina.

Ia pun menghabiskan tabungannya yang tak seberapa itu untuk sewa toko di pinggir jalan. Awalnya ia hanya mengisi satu dua produk, Kini toko yang ia tempati penuh dengan jualannya. Alhasil usaha yang ia bangun sejak 2020 itu, kini semakin luas dan terkenal. Yang awalnya hanya ratusan ribu per hari. Kini bisa menyentuh diangka jutaan per harinya.

Advertisement

Tak hanya itu, sulung dari tiga bersaudara itu mampu menguliahkan kedua adiknya.

Kini Dina dan suami fokus untuk mengembangkan bisnis kosmetiknya yang ia beri nama Dina Shop. Walaupun saat ini dirinya sudah terbilang sukses, namun ia tetap membumi. Bahkan, ia tetap menjadi kurir dengan upah Rp5000 untuk pengantaran ke seluruh Kota Bontang.

Penulis : Jihan Andinih

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

Advertisement
Baca Juga  Mau Masak untuk Buka Puasa, Warga Tanjung Laut Histeris Ular Muncul di Dapur

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG