Connect with us

Bontang

Gerai Kopi di Bontang Bakal Kebagian 50 Mesin Kasir Modern

Published

on

BEKESAH.co – Kemunculan sejumlah kafe atau coffeeshop di Kota Bontang memperlihatkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi di sektor ini patutnya mendorong pemerintah daerah untuk jeli melihat potensi pendapatan.

Hal ini lah yang dilakukan Pemkot Bontang. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, pemerintah telah memprogramkan pengadaan cash register (mesin kasir) yang akan diberikan kepada pelaku usai gerai kopi.

Upaya ini diambil agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota bontang tahun 2020 dapat mencapai target. Pemkot Bontang mematok PAD 2020 sebesar Rp 184 miliar, atau naik dari Rp 148 miliar pada tahun 2019.

“Ini untuk mengoptimalkan seluruh sumber potensi PAD secara merata,” kata Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian kepada bekesah.co, Rabu (19/02/2020).

Sigit menyebutkan, ada sekitar 50 cash register yang akan disebar ke berbagai kafe di Bontang. Ia merencanakan penambahan unit sekitar 250 cash register pada 2021 mendatang.

“50 cash register ini berasal dari Bank Kaltim-Kaltara sebanyak 30 unit. Kemudian 20 dari Bapenda Bontang, tapi untuk 2021 akan menyiapkan 250 unit,” ujar Sigit.

Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian. (Foto: Ismail/Bekesah.co)

Ia menjelaskan, cash register yakni peralatan mekanik maupun elektronik untuk menghitung dan mencatat atau merekam setiap transaksi penjualan.

Cash register akan menghitung seluruh jumlah harga yang dibeli konsumen dan memberikan pilihan bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran serta akan mengeluarkan tanda terima untuk transaksi pembelian. Sehingga proses transaksi cepat dan sistematis.

Dengan adanya alat perekam transaksi ini, Bapenda dan para pelaku usaha dapat memantau omset dan besaran pajak yang harus dibayarkan.

Advertisement

“Alat transaksi ini akan mewujudkan transparansi dalam pemungutan pajak,” singkatnya. (*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co