Connect with us

Bontang

Wow! Ditargetkan Rp 45 Juta, Bontang Malah Dapat Rp 434 Juta dari Pungutan di Pelabuhan Lok Tuan

Published

on

BEKESAH.co- Meski pandemi Covid-19 melanda Kota Bontang sepanjang 2020 lalu, tak berpengaruh ke lumbung pendapatan dari pos retribusi pelayanan pelabuhan.

Buktinya, pungutan tersebut berhasil menyumbang hingga Rp 434 juta ke kas daerah. Padahal yang diproyeksikan hanya Rp 45 juta. Realisasinya hampir mencapai seribu persen.

Kasi Angkutan Pelabuhan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, Welly Sakius Suwignyo mengatakan, walaupun aktivitas kapal penumpang ditutup sementara sejak Maret 2020 lalu gegara pandemi, namun tidak mempengaruhi penghasilan dari retribusi pelayanan pelabuhan.

Sebab, mobilisasi angkutan kargo tetap beroperasi di Pelabuhan Lok Tuan. Belum lagi, kapal yang dulunya bersandar di dermaga Tursina milik Pupuk Kaltim, kini ditarik masuk ke Pelabuhan Lok Tuan.

“Itu yang buat retribusi kita naik. Saya fight. Karena pelabuhan kita sudah jadi pelabuhan umum,” ucapnya saat ditemui Bekesah.co, Selasa (2/1/2021).

Advertisement

Kasi Angkutan Pelabuhan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, Welly Sakius Suwignyo

Pun selama tahun 2020, banyak pula perusahaan yang melakukan mobilisasi di Pelabuhan Lok Tuan. Di antaranya, proyek City Mall, GPK, PT. EUP.

“Apalagi kalau kapal kargo berbendera asing, itu hitungannya kan dolar. Jadi pendapatannya lebih besar lagi,” katanya.

Pihaknya juga mengambil sikap tegas jika ada angkutan muatan barang yang tidak melalui Pelabuhan Umum Lok Tuan. Pasalnya, jika Dishub tidak tegas maka penghasilan retribusi tidak akan tercapai.

“Saya sering marah-marah kalau rapat. Kalau investasi kita dukung tapi harus lewat pelabuhan umum. Sekali ketahuan ada yang tidak lewati pelabuhan umum, saya akan kejar orangnya,” tegasnya.(*)

Penulis : Maimunah Afiah

Advertisement
Baca Juga  Sering Gelap, Dishub Minta Warga Salebba Nyalakan Lampu di Teras Masing-masing