Connect with us

Bontang

Wawan, Duta Peduli Sampah dan Gerakan Kreatifnya dari Sudut Berbas

Published

on

BEKESAH.co – Namanya Wawan. Dia satu dari sekian banyak yang dinobatkan sebagai Duta Peduli Sampah di Indonesia. Masih kah penting menjadi duta suatu gerakan? Apalagi ini soal sampah, hal yang setiap hari sering terlihat. Apa istimewanya?

“Menjadi juara itu merupakan bonus, yang terpenting adalah konsistensi untuk mengemban amanah sebagai Duta Peduli Sampah 2020,” jawab pria bernama lengkap Muhammad Wawan Adisaputra itu usai Malam Penganugrahan Duta Peduli Sampah Kota Bontang 2020, Sabtu (22/2/2020).

Lingkungan tempat tinggalnya di Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, mengajarkan untuk tidak meremehkan sampah. Dia sadar benar tempatnya itu menjadi sorotan karena banyaknya sampah menumpuk.

“Karena saya tinggal di Berbas sudah menjadi tanggung jawab saya bersama teman-teman. Bersama Kak Fajar sebagai pembinanya, kita berjuang untuk merubah mindset perilaku orang, bahwa sampah itu perlu dikelola, tidak boleh dibuang sembarangan,” sebut pria 22 tahun itu.

Mahasiswa FKIP Biologi Universitas Mulawarman ini telah memulai gerakan kreatif bersama rekan-rekannya di Berbas Pantai. Mendirikan sebuah sekolah yang mengharuskan setiap muridnya membayar cukup dengan sampah anorganik khususnya plastik. Gagasan dan gerakan itu pula yang mengantarkannya menjadi finalis hingga dinobatkan sebagai pemenang.

“Hadiah ini saya persembahkan bagi teman-teman saya di Berbas Pantai untuk melanjutkan rumah inspirasi yaitu rumah yang berbentuk sekolah tapi berbayar menggunakan sampah,“ ungkapnya.

Wali Kota Neni menyerahkan penghargaan Duta Peduli Sampah pada malam penganugrahan. (Foto: Maimunah/Bekesah.co)

Sebagai warga Kelurahan Berbas Pantai, ia berharap Berbas Pantai Bisa menjadi cerminan untuk masyarakat Kota Bontang yang berbudaya dan sadar lingkungan hidup. Mimpinya mewujudkan Kota Bontang Bebas Sampah pada tahun 2025 semakin besar setelah dianugrahi Duta Peduli Sampah.

“Karena dari semua ajang pemilihan duta, Duta Peduli Sampah merupakan yang paling aktif,” kata Wawan bangga.

Melahirkan program baru berupa gerakan kreatif serupa juga coba ia rumuskan. “Langkah pertama, yang jelas akan ada gerakan kreatif sidak ke tempat-tempat umum yang tidak terjangkau oleh Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.

Advertisement

Mahasiswa yang pernah menjadi delegasi Indonesia di Our Ocean Youth Leadership Summit 2019 di Norwegia ini mengajak masyarakat luas tidak mengabaikan bahaya sampah plastik.

“Ketika mimpi melihat Bontang bersih adalah mimpi milik kita semua, maka waktunya bergerak adalah sekarang. Ketika kita tidak bergerak sekarang, maka tunggu saatnya Bontang akan menjadi pulau plastik,” seru pemuda yang juga pernah meraih Best Action Plan Indonesian Youth Marine Debris Summit 2019 lalu itu. (*)

Penulis: Maimunah Afiah

2022 © Bekesah.co