Connect with us

Bontang

Wali Kota Neni Tak Bisa Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Alasannya

Published

on

BEKESAH.co- Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni tak bisa jadi penerima vaksin Covid-19.

Hal itupun dibenarkan Neni, saat launching pencanganan vaksinasi Covid-19 di pendopo Rabu (27/1/2021) kemarin.

Alasannya, usia Neni melebihi batas range penerima vaksin yang dibatasi hanya untuk usia 18 hingga 59 tahun.

“Saya tidak bisa menggunakan Sinovac, karena usia saya sudah 61 tahun. Tadinya saya mau jadi relawan juga,” ungkap Neni.

Masyarakat yang berusia lanjut, kata Neni, nantinya akan menggunakan vaksin Covid-19 Pfizer. Namun harus bersabar karena saat ini Indonesia masih menggunakan vaksin buatan Sinovac.

Advertisement

Lebih lanjut Neni mengatakan, keuntungan bagi para relawan yang sudah menerima vaksinasi ini juga tak perlu lagi melakukan uji swab jika ingin melakukan perjalanan keluar kota.

“Yang beruntung hari ini mendapatkan vaksinasi, kalo keluar kota lewat pesawat tidak usah lagi uji swab, tinggal menunjukkan surat tanda vaksinasi saja,” ujarnya.

Pun demikian, Neni turut bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah RI atas diadakannya Program Vaksinasi Covid-19 ini.

“Alhamdulillah kita mendapatkan 3.800 lebih vaksin, untuk 1800 prioritas. Juga terima kasih kepada Pemerintah RI atas program vaksin ini. Insya Allah kesehatan Indonesia bisa pulih dan ekonomi bangkit,” harapnya.(*)

Penulis: Annisa Hashifah

Advertisement
Baca Juga  Rekrutmen TA PKT Dicari 160 Orang, Tutup 8 November