Connect with us

Bontang

Wali Kota Bontang Kesal Kuota Produksi CPO Dikurangi, Sebabnya?

Published

on

BEKESAH.co – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyesalkan aksi pengrusakan dalam demonstrasi sejumlah kelompok masyarakat terhadap PT Energi Unggul Persada (EUP) beberapa waktu lalu. Aksi terkait pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO).

Pasalnya, sebut Neni, kejadian itu berimbas pada pengurangan kuota produksi CPO PT EUP jika sudah beroperasi. Pembangunan CPO PT EUP ini berlokasi di Segendis, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

“Saya sesalkan karena akibat aksi kemarin, produksi CPO dikurangi. Dari yang seharusnya 800 ribu barel dikurangi jadi 600 ribu barel per tahun. Sisa 200 ribu barel dialihkan ke Balikpapan,” ketus Neni kepada bekesah.co usai membuka Turnamen Futsal antar Sekolah di Gedung Sport Center Lok Tuan, Jumat, (28/02/2020) lalu.

Menurut Ketua DPD II Partai Golkar Bontang ini, sah-sah saja jika menggelar demonstrasi untuk memperjuangkan aspirasi.

“Silahkan saja demo, tapi tetap harus kondusif dan jangan merusak fasilitas yang ada,” tutur Neni.

Ia menghimbau masyarakat tetap menjaga kondusifitas Kota Bontang agar iklim investasi di Bontang tetap baik.

Dengan demikian, ekonomi Kota Bontang dapat terus berjalan ketika sejumlah industri penopang yang selama ini jadi andalan daerah mulai lesu.

“Ingat loh. PT Badak itu diprediksi akan habis 2025, itu lah makanya Bunda sangat berjuang dengan mendorong industriasi hilir (CPO). Maka dari itu kita harus ramah investasi.”

Advertisement

“Kalau dikit-dikit demo nantinya enggak ada yang invest (investasi) ke Bontang dengan alasan tidak kondusif,” tutup Neni. (*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co