Connect with us

Bontang

Wakil Ketua DPRD: Penutupan Akses BK Tumbalkan Ekonomi Warganya

Published

on

BEKESAH.co – Sebagai zona hijau hingga saat ini, Kelurahan Bontang Kuala benar-benar serius membentengi diri dari ancaman sebaran virus corona (COVID-19) di Kota Bontang.

Menjadi salahsatu  icon pariwisata kota, Bontang Kuala alias Beka memang sering menjadi tujuan kunjungan warga maupun wisatawan. Warga pun berinisiatif menutup kampung dari kunjungan orang luar yang berpotensi menularkan virus. Pos pemeriksaan dan portal dipasang tepat di gapura Bontang Kuala.

Keputusan warga untuk menjaga rapat wilayahnya ini membuat Wakil Ketua DPRD Bontang Junaidi angkat bicara.

Ia menilai keputusan penutupan akses masuk tidak serta merta jadi solusi karena akan menumbalkan ekonomi masyarakat Beka.

“Sudut pandang lain soal kemanusian juga kita harus lihat. Kasihan orang yang sumber penghidupannya dari yang jual sembako dan makanan khas di Bontang Kuala. Bisa makan apa mereka kalau pengunjung yang masuk tidak diperbolehkan?” kata anggota legislatif yang juga berdomisili di wilayah tersebut.

Junaidi mengatakan, sebagai orang yang dipilih langsung oleh rakyat ia menyadari perlunya memperjuangkan seluruh hak konsituennya.

“Dari semua itu saya harus memilih mana yang manfaatnya lebih besar dari mudaratnya. Saya lebih cenderung ke arah yang lebih banyak positifnya dari pada negatifnya,” ungkap Ijul, biasa ia disapa.

Kendati demikian, demi menekan penyebaran virus warga Bontang tetap harus mengikuti anjuran pemerintah tanpa harus mendahului kebijakan yang ada.

Advertisement

“Yang terbaik adalah bagaimana kita berusaha untuk mematuhi seluruh anjuran pemerintah dengan melakukan social distancing, mencuci tangan dengan rutin, menggunakan masker, menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Bontang Kuala.”

“Serta tetap membuka akses masuk Bontang Kuala supaya yang berjualan sembako dan makanan khas Beka bisa tetap bisa hidup untuk mencari makan,” ujarnya.

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co