Connect with us

Bontang

Tetap Gelar Ujian Nasional, Fasilitas Lawan Corona Belum Maksimal di SMK Bontang

Published

on

BEKESAH.co– Bukan salah satu daerah terdampak corona, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK di Kota Bontang tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Yakni, mulai Senin (16/03) hari ini hingga Kamis (19/03) mendatang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui surat edaran resminya menekankan untuk tetap siaga menghadapi penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19, dengan menerapkan standar kesehatan maksimum.

Meski begitu, upaya tersebut belum sepenuhnya diterapkan di beberapa sekolah di Kota Taman. Terutama yang saat ini tengah menggelar UNBK.

SMK Negeri 3 Bontang salah satunya. Wakil Kurikulum SMK Negeri 3, Wahyu Suhari menyebut ada 93 siswa yang mengikuti UNBK tahun ini. Namun, pihak sekolah tidak menyediakan fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) seperti hand sanitize dan tisu di berbagai lokasi strategis di lingkup sekolah.

“Kami belum menyediakan tempat cuci tangan di depan ruangan kelas. Kami juga tidak menyediakan hand sanitize, karena memang barangnya lagi kosong. Dari kemarin kami cari di apotek dan minimarket tapi semua kosong,” terangnya saat ditemui Bekesah.co Senin (16/03/2020).

Hal senada juga terjadi di SMK Regomasi Bontang. Kepala SMK Regomasi, Murtini Sihiaan mengatakan tak ada fasilitas penunjang pencegahan penyebaran virus corona yang disediakan, lantaran keterbatasan bahan baku di sejumlah pertokoan di kota gas dan kondensat ini.

“Ada 62 siswa yang ikut UNBK hari ini. Sementara kami hanya imbau untuk cuci tangan di toilet, karena sarana penunjang sudah kami cari kemana-mana tapi gak dapat,” ujar Murtini.

Kendati demikian, ia mengungkapkan bakal memanfaatkan tanaman lidah buaya yang ada di pekarangan sekolah. “Sementara ini kami masih belajar mengolahnya, mudahan besok sudah bisa digunakan,” lanjutnya.

Advertisement

Berbeda dengan SMK Negeri 2 Bontang. Sarana CTPS sudah dipersiapkan beberapa hari lalu. Setiap ruang, khususnya ruangan yang digunakan UNBK telah dilengkapi dengan wastafel, air bersih, serta sabun cuci tangan.

Kepala SMK Negeri 2 Bontang, Mardiyanti menjelaskan, ia berupaya mengikuti prosedur pelaksanaan UNBK di tengah penyebaran Covid-19, yakni sekolah mewajibkan siswa untuk cuci tangan sebelum ujian, dan mensterilkan seluruh fasilitas UNBK.

“Untuk antisipasi, kami mewajibkan seluruh siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan UNBK, langsung cuci tangan. Fasilitas yang ada juga disterilkan setiap sesi,” jelasnya.

Ia menyebut, sebanyak 185 siswanya yang jadi peserta UNBK 2020. Pelaksanaannya pun dibagi menjadi tiga sesi dengan menggunakan dua ruang kelas. Tiap ruangan sudah dilengkapi fasilitas CTPS. Ia pun melarang siswanya untuk melakukan kontak fisik, demi menghalau penyebaran virus corona.

“Kami larang siswa bersentuhan, seperti salaman atau apapun itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, sesuai kebijakan yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan langkah-langkah mencegah berkembangnya penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan.

Dalam imbauannya, Mendikbud Nadiem Makarim menginstruksikan untuk segera mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.(*)

 

Penulis: Ismail Usman

Advertisement

2022 © Bekesah.co