Connect with us

Bontang

Seporsi Nasi Bungkus di Bontang Ini Hanya Dihargai Rp 10 Ribu, Selalu Dibanjiri Pelanggan

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Bersedekah sambil berusaha jadi prinsip pasangan suami-istri Muhammad Nadif (46) dan Masfufah (45). Dari lapak kecil sederhananya di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru tepat di seberang markas Kodim 0908 keduanya membuka warung yang mereka namai ‘Warung Serbu’.

Ahmad Nugraha
Bekesah.co

Sekilas tak ada yang beda dari warung sederhana ini. Tampak termos nasi dan aneka lauk mulai dari tempe, ikan, ayam, perkedel kentang, sayur-mayur, dan pelbagai olahan berjejer di atas lapak meja sekira tiga meter.

Hilir mudik pengunjung keluar masuk lapak mereka. Makan dengan lahap usai Salat Jumat Berjemaah.

“Mampir pak,” ujar Nadif kepada awak Bekesah.

Advertisement

Sudah setengah tahun Warung Serbu konsisten menggelar Jumat Berkah di lapak mereka itu. Menariknya, pengunjung dibebaskan menambah porsi makanan plus tambahan lauk.

“Alhamdulillah pak, bisa sambil berbagi,” ucap Masfufah istri Nadif.

Dia menuturkan, nama Warung Serbu merupakan singkatan dari Serba Rp 10 ribu. Seporsi nasi bungkus dan makan di tempat semua dibanderol dengan harga yang sama.

“Kalau dipikir-pikir nggak masuk akal yah pak ? Tapi ini beneran. Mau makan apa aja harganya yah Rp 10 ribu,” kata Imas –sapaannya akrabnya.

Imas menceritakan awalnya nasi bungkus di warung itu dihargai Rp 15-25 Ribu. Suatu ketika ada seorang pembeli yang hanya membawa uang Rp 11 ribu. Namun, ingin membeli nasi bungkus dengan lauk ayam.

Advertisement

Dari situ ia mulai berpikir tidak salah jika harga seporsi ia pangkas rata jadi Rp 10 ribu. “Kebetulan teman ini ngasih ide kenapa nggak jualan Rp 10 ribu aja. Sekalian bantu orang-orang yang memang cari makan dengan harga yang murah,” katanya sambil mengingat obrolannya kala itu.

Baca Juga  Sejarah Gorengan Bastino yang Melegenda, Terinspirasi dari Celana Jins

Tidak butuh waktu lama ia dan suami mengeksekusi ide itu. Apalagi sang ibu juga berpesan niatkan sebagai sedekah ke sesama.

Memang dasarnya niat sedekah tanpa pamrih. Tuhan memberi jalan bagi keduanya meneruskan usaha ini. Dalam waktu singkat Warung Serbu laris manis. Dari yang awalnya hanya ada satu sampai tiga menu. Kini lebih dari 50 menu mereka olah setiap harinya.

“Kalau saya ingat-ingat setahun lalu itu sepi mas. Alhamdulillah rejekinya malah di harga Rp 10 ribu,” bebernya.

Dia mengatakan, strategi yang dilakukan hanya dari mulut ke mulut. Itu terbukti berhasil.

Advertisement

Dalam sehari, warung serbu menghabiskan seberat 10 kilogram beras. “Itu pun kalau udah siang kadang kami nolah kalau ada yang mau mesan. Karena sudah nggak sanggup. Kami cuma berdua, ” katanya.

“Alhamdulillah usaha ini kami juga bisa menabung. Banyak yang nanya apa untung. Alhamdulillah nggak mungkin kami buka sampai sekarang kalai nggak ada yang bisa kami tabung,” ungkapnya.

Tertarik menikmati seporsi nasi plus lauk enak dari Warung Serbu ? Jangan sampai kelewatan. Warung ini buka mulai pukul 06.00 Wita sampai 12.00 Wita.