Connect with us

Bontang

Sempat Berada Diambang Maut, Kepala Satpol PP Bontang Akhirnya Sembuh dari Covid

Published

on

BEKESAH.co- Jadi bagian Satgas Penanganan Covid-19, Kepala Satpol PP Kota Bontang Ibnu Gunawan tahu betul ia beresiko besar tertular virus corona.

Namun, pria berusia 51 tahun ini tak pernah mengira, virus yang berada dalam tubuhnya itu sempat membuatnya merasa berada diambang maut.

Diceritakan Ibnu, awal mula ia mulai merasakan gejala Covid saat 23 Desember 2020 lalu. Ibnu demam selama dua hari. Saat itu ia hanya mengira gejala tifus.

“Gejalanya sebelum natal, tanggal 23 demam selama 2 hari, seperti gejala tifus. Badan rasanya remuk hingga tulang ngilu,” papar Ibnu, ditemui Minggu (31/1/2021).

Lalu, gejala lain muncul lagi. Tepatnya 2 hari sebelum tahun baru 2021, ia mengalami batuk disertai sesak nafas. Ia pun memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Advertisement

“Lalu Jumatnya tambah batuk dan sesak nafas. Hari sabtu sesak nafas meningkat, ke kamar mandi pun sampai gemetar. Hari minggu belum sembuh akhirnya senin ke rumah sakit dicek antigen, ternyata saya terkonfirmasi positif,” ungkapnya.

Perawat rumah sakit mengatakan Ibnu harus mendapat perawatan intensif, karena saat itu kondisinya sudah melemah dan takut tidak bisa bertahan.

“Di cek saturasi oksigen saya 82, normalnya padahal 90-95. Kata perawat saya harus dirawat di RS karena udah dalam kondisi lemas serta batuk, takut saya tidak akan bertahan,” ujarnya.

Benar saja. Hari keempat dirawat, kondisi Ibnu memburuk. Saat itulah ia merasa sedang berada diambang maut.

“Saya mau ke kamar mandi, dan saat di dalam kamar mandi tiba-tiba batuk yang disertai sesak nafas. Begitu batuk saya tambah sesak. Rasanya seperti lari ke puncak gunung, sampai di atas langsung dibekap. Begitu rasa sesaknya,” paparnya.

Advertisement

“Pada saat itu saya hanya berfikir, apa ini sudah waktunya saya? Karena saya ngerasa dada sudah gak bisa nafas, perut saya pun kembang kempis dengan cepat, akibat kurang oksigen,” lanjutnya.

Baca Juga  Bulan Oktober Insentif Guru Ngaji di Bontang Naik, Segini Besarannya

Beruntung perawat yang memantaunya lewat CCTv segera berlari mendatangi ruang Ibnu dirawat.

Saat itu perawat langsung membantu Ibnu untuk kembali ke tempat tidur dan memasangkan oksigen.

“Setelah saya bisa duduk dan pasang oksigen, saturasi saya pelan-pelan naik ke angka normal. Alhamdulillah setelah itu saya gak pernah ngedrop dan fisik saya tetap stabil,” ungkapnya.

Delapan hari menjalani perawatan dan bertarung dengan Covid, akhirnya Kepala Satpol PP ini dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dan menjalani masa karantina selama 14 hari di rumah, sebelum akhirnya ia mulai beraktivitas kembali.

Advertisement

Pun demikian, ia merasa bersyukur atas kehendak dan pertolongan Yang Maha Kuasa, ia bisa melewati masa-masa kritis yang ditimbulkan virus tersebut.

Ibnu juga mengimbau pentingnya menjaga kebugaran fisik dengan berolahraga, terutama di masa pandemi.

“Karena Allah. Perantaranya adalah olahraga, kalo sering dilatih dengan bina fisik, disaat-saat tertentu itu yang akan menolong kita. Karena fisik kita sudah terbiasa. Saya bilang ke teman-teman saya, harus olahraga walaupun hanya jalan kaki,” ucapnya.(*)

Penulis: Annisa Hashifah

Advertisement