Connect with us

Kesehatan

Sapkandara Gelar Talkshow, Pentingnya Deteksi Dini Tekan Risiko Kanker

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Kanker jadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian. Berbeda dengan penyakit jantung, kanker bisa dideteksi sejak dini. Sehingga penanganannya juga bisa segera dilakukan. Namun sayang, masih banyak stigma buruk yang menempel seputar penyakit ini. Sehingga tak jarang para penderita kanker justru enggan berobat karena minimnya pengetahuan serta banyak pemahaman miring yang tersebar di masyarakat.

Kelompok Sadar Pencegahan Kanker Dari Awal (Sapkandara) menggelar talkshow dengan menghadirkan dokter spesialis onkologi mengupas seluk-beluk kanker. dr Johan Gomar Gama Sp. B (Onk) selaku narasumber dalam talkshow bertemakan “Kanker dan Pencegahannya” ini menerangkan pentingnya deteksi dini penyakit ini. Sebab dari kebanyakan kasus, biasanya pasien baru datang berobat ketika status kanker yang diderita sudah mencapai stadium 3 atau 4 yang sudah sulit untuk ditangani.

“Hal ini karena minimnya pengetahuan dan kepercayaan yang salah,” tuturnya dalam talkshow yang digelar di Pendopo Rujab Wali Kota, Jalan Awang Long, Sabtu (5/8/2023).

dr Johan menjelaskan kanker adalah penyakit dimana sel tubuh tumbuh tidak terkontrol dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sedangkan tumor adalah benjolan yang tidak normal, terlepas apa jenisnya dan bagaimana bentuknya. Tumor sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari infeksi, trauma yang dalam hal ini contohnya adalah terbentur, dan bisa juga dari neoplasma atau pertumbuhan jaringan baru di tubuh. Untuk tumor ganas sendiri umumnya memiliki ciri berupa bentuknya yang tidak teratur dan batasnya tidak tegas. Selain itu juga cenderung rapuh dan mudah berdarah.

Advertisement

Lebih lanjut, tumor sendiri terbagi menjadi tiga. Pertama adalah tumor jinak. Kemudian ada tumor ganas yang kemudian menjadi kanker. Lalu ada juga tumor jinak-ganas borderline. Terkhusus kanker, dr Johan mengatakan sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Faktor tersebut di antaranya adalah usia, alkohol, zat penyebab kanker di lingkungan seperti polusi, peradangan kronis, diet, hormon, daya tahan tubuh, agen infeksi, obesitas, radiasi, sinar matahari, dan tembakau.

Baca Juga  PT PAMA Persada Nusantara Gelar Media Gathering 2023, Usung Tema Pertumbuhan Berkelanjutan

“Untuk faktor tertentu itu kita tidak bisa berbuat apa-apa. Seperti faktor usia. Semakin bertambah umur, risikonya juga meningkat. Selain itu juga hormon. Keduanya itu hal yang tidak bisa kita tolak. Sedangkan untuk faktor lainnya itu bisa kita cegah dengan menjaga pola makan dan mengatur gaya hidup,” tuturnya.

Seperti diketahui, kanker banyak jenisnya. Mulai dari kanker payudara, kanker serviks, kanker hati, dan lain-lain. dr Johan mengatakan tidak ada salah satunya yang paling berbahaya. Semua jenis kanker memiliki tingkat bahaya pada derajatnya masing-masing. Untuk itu penting bagi masyarakat memiliki pengetahuan soal kanker. Hal ini bertujuan untuk dapat memberikan gambaran kepada orang sekitarnya. Serta ketika memiliki kerabat yang mengidap kanker, dengan pengetahuan yang dimiliki diharapkan dapat memberikan dukungan kepada penderita. Selain itu juga bisa mendorong untuk melakukan skrining lebih awal. Baik itu diri sendiri maupun keluarga. Bahkan penyintas kanker yang sudah sembuh pun tetap perlu melakukan skrining berkala sebagai langkah preventif jika ada ditemukan sel kanker yang baru.

“Banyak yang lambat berobat karena dari orang sekitarnya malah bilang ‘Jangan..’. Itu yang terjadi ketika minimnya pengetahuan. Ketika sudah memiliki pengetahuan, kita bisa memberikan gambaran ke orang sekitar. Kalau tidak bisa lebih baik diam dan jangan menakuti,” tandasnya.

Advertisement

Penulis: Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG

Advertisement