Connect with us

Bontang

Rawan Kecelakaan, Cuman Pemerintah Pusat yang Bisa Perbaiki Simpang RSUD Bontang

Published

on

BEKESAH.co- Jalan S. Parman tepatnya di persimpangan RSUD Taman Husada Bintang jadi salah satu kawasan rawan kecelakaan. Pun sudah banyak memakan korban jiwa.

Pemerintah bersama Polres Bontang beberapa kali menyusun rekayasa lalu lintas di “simpang maut” tersebut. Tujuannya meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan.

Simpang tersebut sempat diblokade menggunakan road water barrier. Namun belakangan dibuka kembali. Antara lajur kiri dan kanan yang kini dibatasi.

Sejak insiden maut di simpang RSUD Bontang Maret lalu, beragam usulan muncul untuk menyiasati jalan tersebut. Salah satunya pemangkasan jalan atau pembangunan flyover.

Advertisement

Namun hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut terkait usulan tersebut. Sebab regulasi dan kewenangan yang membahas terkait hal itu adalah kewajiban dari pemerintah pusat.

“Jalan itu kan jalan nasional. Pemangkasan dan lainnya itu yang evaluasi adalah nasional, pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bontang, Kamilan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/11/2020).

Jalan S. Parman kini kata Kamilan sedang dalam perbaikan. Badan jalan diaspal. Itupun digarap langsung pemerintah pusat.

“Saat ini kan lagi diaspal ulang itu, yang aspal itu juga dari nasional,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Kamilan, keamanan dalam berlalu lintas di jalan raya itu tergantung dari para pangemudi. Jika pengemudi itu sadar, pastinya akan meminimalisir angka kecelakaan.

“Rambu-rambu kan sudah lengkap. Rambu kecepatan, rambu waspada, rambu untuk jalan pelan-pelan. Semua kembali lagi ke pengemudinya,” ucapnya.

Untuk informasi, akses persimpangan S. Parman sudah kembali dibuka setelah 8 bulan ditutup akibat kecelakaan maut. Akses tersebut sudah dibuka mulai 17 November lalu.

Untuk menyiasati agar tidak terjadi kecelakaan, Dinas Perhubungan melakukan rekayasa jalan dengan mendesain setiap pengendara dari arah Samarinda yang ingin ke Bontang Lestari harus mengikuti peringatan Traffic Light. Begitupun dari arah Bontang Lestari yang ingin ke pusat kota.

Advertisement
Baca Juga  Guru-guru Kembali WFH, Disdikbud Bontang: Silahkan Diatur

“Yang dari Bontang Lestari mau menuju pusat kota bisa lewatin simpangan tersebut, sama juga yang dari Samarinda mau ke Bontang Lestari bisa juga. Tapi harus ikuti peringatan lampu lalu lintas,” terangnya.

Sedangkan pengendara dari arah Tugu Selamat Datang yang akan menuju pusat kota bisa jalan langsung, dengan mengambil jalur sebelah kiri.

“Jadi badan jalan yang sebelah sana (arah Samarinda) dibagi 2, sebelah kanan untuk pengendara yang ingin menuju Bontang Lestari dan sebelah kiri untuk pengendara yang ingin menuju pusat kota, yang menuju pusat kota bisa jalan langsung,” jelasnya.(*)

Penulis : Maimunah Afiah

Advertisement