Connect with us

Bontang

Putar Balik Kejauhan, Beton Pembatas Jalan di Gunung Sari Dibongkar Laskar Macan

Published

on

BEKESAH.co- Median jalan di kawasan Ahmad Yani yang menutup simpang ke arah Pattimura dibongkar sekelompok warga.

Semula jalur itu memang dibuka. Namun sejak 20 November 2020 lalu pemerintah memutuskan menutup permanen persimpangan menuju Kantor Lurah Api-Api tersebut.

Dari pantauan awak Bekesah.co di lokasi, sekelompok warga tersebut kompak mengenakan kaos bertuliskan Laskar Macan. Pun beberapa di antaranya memakai wearpack bertuliskan PT. Graha Mandala Sakti (GMS).

Direktur Utama PT. GMS Kahar Kalam mengatakan sengaja menginstruksikan beberapa karyawannya membongkar kerb beton yang terpasang di jalur tersebut.

Alasannya, para pengusaha yang berada di kawasan Pattimura tidak setuju jika simpang itu ditutup lantaran dianggap menyusahkan pun merugikan.

Advertisement

“Bermula dari keresahan masyarakat yang kami tampung. Tapi karena tidak ada upaya dari pemerintah buat mengatasi keluhan jni, jadinya kami berinisiatif sendiri membongkar dan memindahkan median jalannya,” papar Kahar Kalam, ditemui Sabtu (30/1/2021).

Bukan hanya membongkar, pihaknya juga bakal bertanggung jawab memperbaiki jalan tersebut seperti semula. Plester sampai pengecatan.

Soal biaya, Kahar Kalam mengaku merogok kocek pribadinya. Iya memperkirakan dana yang bakal dikeluarkan sekira Rp 30 juta.

“Pembukaan jalan kembali seperti semula sepanjang 52 meter tarik lurus panjangnya. Kami pindahkan saja dan kami perbaiki juga. Nanti kami bor kasih besi juga agar kuat. Keselurahan ini biaya ditanggung oleh GMS, kami yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPRK Bontang Bina Antasariansyah mengatakan pemerintah telah menyetujui aktivitas pembongkaran median jalan di jalur Ahmad Yani-Pattimura.

Advertisement

Hal itu sebagai tindak lanjut surat permohonan dari masyarakat yang meminta agar simpang tersebut dibuka kembali.

Baca Juga  Promosi Wisata Tanpa Libatkan Dispopar Bontang, Dinas PUPR Dikritik Asisten II

“Kami habis tinjau bersama ternyata dampak sosialnya banyak yang mengatakan tidak pas kalau di tutup, banyak yang macet jadinya, kemudian para pengusaha yang ada di Pattimura mengalami kesusahan saat kapsulan,” kata Bina.

Meski telah disetujui, lanjutnya, pemerintah belum bisa bergerak merealisasikan pembongkaran tersebut karena terkendala oleh dana.

Namun, ia bersyukur dengan adanya keputusan dari PT.GMS menanggung beban biaya dan tenaga untuk aktivitas tersebut.

“Saat ini anggaran kami di APBD tidak tersedia. Alhamdulillah ada Kahar Kalam yang bersedia melakukan pemindahan median jalan. Soalnya kalau tunggu diperubahan (APBD-P) terlalu lama. Ini juga semua demi kepentingan bersama,” pungkasnya.(*)

Advertisement

Penulis: Iqbal Tawakkal