Connect with us

Gaya Hidup

Produksi ASI Kurang? Mungkin Ini Salah Satu Sebabnya

Published

on

BEKESAH.co– Produksi ASI yang lancar pastinya jadi salah satu faktor penentu keberhasilan ASI eksklusif maupun pemberian ASI hingga 2 tahun. Tapi, banyak ibu yang mengeluhkan produksi ASI nya yang sedikit sehingga terpaksa segera memberikan susu formula atau makanan pendamping ASI.

Nah, kira-kira apa aja sih yang membuat produksi ASI terganggu? Yuk cari tau!

1. Stres

Yap! Faktor yang satu ini kerap menjadi momok menakutkan bagi para ibu. Pasca melahirkan merupakan masa-masa kritis karena seorang ibu mengalami perubahan yang drastis dalam hidupnya yang disertai dengan bertambahnya peran baru. Bagi mereka yang ngga siap, stres bisa jadi teman sehari-hari. Secara fisiologi, stres ini akan berdampak pada melambatnya aliran ASI loh! Tapi ngga akan jadi masalah selama ibu tetap rajin menyusui anaknya. Kabar baiknya, dengan menyusui kadar hormon stres seperti kortisol dan ACTH juga akan menurun. Keren kan?

2. Jarang menyusui bayi

Sederhananya, produksi ASI berbanding lurus dengan frekuensi bayi menyusui. Jadi, semakin sering bayi disusui maka akan semakin banyak produksi ASI. Ngga jarang nih, para ibu muda terkadang malas menyusui bayinya sehingga produksi ASI kian lama kian menurun.

3. Kurang istirahat

Punya bayi yang baru lahir ternyata ngga cuma menyita perhatian dan kasih sayang, tapi juga waktu istirahat. Padahal, istirahat dan tidur yang cukup adalah hal penting untuk menjaga performa ibu selama menyusui dan produksi ASI itu sendiri. Nah, ibu yang kurang istirahat akan mempengaruhi siklus hormonalnya sehingga produksi ASI tidak maksimal.

4. Kurang konsumsi makanan bergizi

Energi, protein, dan zat gizi lainnya yang terdapat dalam ASI berasal dari makanan yang dikonsumsi ibu atau dari simpanan zat gizi dalam tubuh ibu. Bagi ibu yang menyusui bayi usia 0-6 bulan maka dibutuhkan tambahan asupan sekitar 700 kalori sedangkan usia 7-12 bulan sekitar 500 kalori. Teman Sehat bisa bayangkan gimana kalau ibu menyusui kurang konsumsi makanan bergizi, dampaknya bisa membuat si ibu tambah kurus disertai dengan penurunan produksi ASI.

5. Konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol

Mungkin banyak ibu menyusui yang secara ngga sadar mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat-zat diuretik seperti salah satu zat di atas, contohnya kopi, coklat, atau soda. Konsumsi kafein dalam jumlah yang banyak bisa membuat tubuh dehidrasi sehingga produksi ASI akan berkurang. Jadi, meskipun Teman Sehat harus begadang karena harus menyusui, tapi usahakan ngga sampai ngopi berlebihan ya!

Nah, bagi yang sedang menyusui, harus berhati-hati jika sedang mengalami salah satu dari lima faktor di atas. Bagaimanapun ASI adalah makanan terbaik yang sudah selayaknya diberikan ibu kepada bayinya. Semangat mengASIhi untuk para ibu!

Advertisement
Penulis: Fhadilla Amelia

2022 © Bekesah.co