Connect with us

Bontang

Peningkatan Rombel Sekolah Negeri Gerus Kelangsungan Swasta

Published

on

BEKESAH.co – Kebijakan sistem penerimaan siswa baru berbasis zonasi menuai protes dari Persatuan Guru Swasta (PGS) yang tergabung dalam Asiosiasi Sekolah Swasta (ASTA) Kota Bontang.

Mereka menilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan persentasi zonasi jarak murni secara drastis bagi sekolah swasta.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPRD Bontang, Rabu (5/2/2020), Ketua PGS Bontang Baidlowi mengatakan angka PPDB secara berturut-turut mengalami penurunan. Tahun 2019, angkanya di kisaran 9,6 persen atau turun 8,4 persen dari 15 persen pada tahun 2018.

Pihaknya pun meminta Pemkot dan DPRD Bontang khususnya Komisi I untuk mempertimbangkan hal ini karena mengancam keberlangsungan sekolah swasta alias terancam tutup.

“Jangan sampai pada tahun ajaran 2020-2021, rombel untuk sekolah negeri dilakukan penambahan,” sebut Baidlowi.

Dalam pandangannya, terdapat tiga faktor penyebab penurunan angka PPDB di antaranya, kebijakan pemerintah dalam penambahan rombongan belajar (Rombel) di sekolah negeri. Kedua, penambahan jumlah siswa per rombel sekolah negeri yang terjadi pada tahun 2018-2019.

Terakhir, jumlah siswa yang diterima melebihi jumlah ketersediaan kelas sehingga diterapkannya dua shift Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Pihaknya berharap, pemerintah tidak menambah jumlah rombel di mana jumlah siswa rombel dikembalikan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Advertisement

Aturan ini menyebutkan jumlah rombel maksimal dalam satuan pendidikan di tingkat SD sebanyak 28 rombel, SMP 32 rombel dan SMA/SMK 36 rombel.

“Serta menghapus penerapan dua shift di sekolah negri dan tidak ada lagi penambahan unit sekolah baru,” ujar Baidlowi. (*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co