Connect with us

Bontang

Pengin Tes Masal, Pemkot Bontang Order Seribu Rapid Test Corona

Published

on

BEKESAH.co– Berbagai upaya di lakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk memutus rantai penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19). Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkapkan telah memesan seribu rapid test kit yang nantinya akan diprioritaskan untuk pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan berisiko tinggi terjangkit corona.

“Pemkot sudah order seribu (rapid test), pengin tes masal terhadap ODP dan high risk,” ungkap Neni saat dihubungi Bekesah.co, Minggu (29/03/2020).

Sebagai tahap awal, hari ini Pemkot sudah mulai melakukan pemeriksaan cepat terhadap 3 pasien serta 32 dari 34 petugas kesehatan di RSUD Taman Husada Bontang. Sedang tim dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang sebanyak 15 orang dan 16 pasien ODP.

“Total dites 66 orang. Seluruhnya negatif. Besok lanjut rapid test lagi,” terangnya.

Tenaga medis belum bisa menyeluruh diperiksa, lantaran cara kerja alat tersebut baru bisa mendeteksi Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM) jika orang yang diperiksa sudah melewati periode inkubasi atau munculnya gejala, yakni selama 14 hari.

“Beberapa ada yang baru bergabung satu minggu. Setelah 14 hari (selesai masa inkubasi) akan diperiksa,” ujar Neni.

Pemeriksaan cepat tahap awal, lanjutnya, sementara hanya bisa mencakup 80 orang. Pasalnya, dari 150 ribu rapid test kit, Bontang hanya dijatah sebanyak 80 rapid test kit.

Advertisement

“Dari pemerintah pusat hanya dapat 80 alat,” pungkasnya.

Sementara Juru Bicara Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bontang, Adi Permana mengatakan, rapid test Covid-19 yang digunakan saat ini berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melalui Kementerian Kesehatan.

“Sesuai peruntukan yang tercantum dalam surat pendistribusian, prioritas rapid test Covid-19 ditujukan kepada tenaga medis maupun para pedis yang merawat pasien Covid-19, tenaga kesehatan yang melakukan kontak pertama di fasilitas kesehatan, ODP, dan PDP,” ujar Adi dari keterangan tertulis yang diterima Bekesah.co.

Pemeriksaan cepat itu, lanjutnya, bertujuan untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh. Jika hasilnya negatif dan tanpa keluhan, pasien tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak .

“Jika hasil rapid test Covid-19 positif, maka ini adalah guidance, tutunan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan antigen dengan menggunakan metode real time PCR dan menjadi dasar menegankkan diagnosis atau konfirmasi kasus Covid-19,” terangnya.

Ia pun mengatakan, Bontang telah mengirim specimen ke Balitbangkes Jawa Timur di Surabaya, dan masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap 8 ODP dan hasil pemeriksaan kedua untuk 1 pasien positif corona yang dirawat di RSUD Taman Husada Bontang.(*)

2022 © Bekesah.co