Connect with us

Bontang

Pembangunan Ruang Kelas SMPN 2 Bontang Molor, DPRD Desak Kontraktor Selesaikan Sebelum Pergantian Tahun

Published

on

Komisi III DPRD Bontang saat meninjau lokasi pembangunan ruang kelas SMPN 2 Bontang yang lambat. (Foto : Jihan Andinih)

BEKESAH.co, Bontang – Komisi III DPRD Bontang menggelar sidak progress pembangunan ruang di SMP Negeri 2 Bontang, Senin (11/12/2023). Sidak ini digelar lantaran pembangunan gedung masih terlihat belum rampung mengingat saat iini mendekati tanggal jatuh tempo kontrak.

Selama kegiatan kunjungan lapangan itu, Komisi III DPRD Bontang kembali menanyakan alasan penyebab progress pembangunan gedung SMP Negeri 2 yang masih diangka 82 persen.

Ketua Komisi III, Amir Tosina, meminta kontraktor untuk segera menyelesaikan pembangunan gedung sebelum pergantian tahun.

“Pihak sekolah sangat berharap gedung ini bisa segera dimanfaatkan dibulan desember, targetnya di bulan desember ini bisa selesai walaupun tidak sempurna, silahkan saja ditempati. Ruang-ruang yg ingin ditempati harus disterilkan agar bisa digunakan pihak sekolah,” tegas Amir Tosina.

Advertisement

Politisi Gerindra itu juga meminta para pengawas untuk mengawasi proyek agar tidak melupakan tanggung jawab pekerjaan tersebut. Kemudian, mengingat kontrak jatuh tempo di tanggal 21 Desember 2023 maka perlu penambahan tenaga kerja agar cepat terselesaikan, dan harus mengutamakan keselamatan kerja.

Di lokasi yang sama, Kabid Sarana dan Pengembangan wilayah Bapelitbang, Noni Agetha mengatakan hasil pantauan lokasi, pekerjaan bangunan yang paling sulit dan memakan waktu merupakan tahap finishing.

“Kalau menurut struktur bangunan itu cepat saja selama material ada, tapi finishing yang perlu diperhatikan. Sehingga, kami harapkan nanti tim proyek memberikan strategi pekerjaan untuk penyelesaian. Monitoring juga tidak bisa lagi dilakukan per dua minggu melainkan pertiga hari untuk pengendalian,” ungkap Noni Agetha.

Noni Agetha juga menambahkan jika nantinya pembangunan belum bisa mencapai 100% setelah upaya-upaya tersebut maka perlu ada pertimbangan pemberian kesempatan yang diatur dalam perpres pengadaan barang jasa.

Advertisement
Baca Juga  Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan Meningkat, KemenPPPA Ungkap Penyebabnya

Sementara, selaku pimpinan CV Maraja Putra Mandiri, Adipt Maraja memberikan alasan penyebab progress masih di angka 82 persen dikarenakan material yang tidak ada di Bontang, sehingga harus memesan di Balikpapan dan memakan waktu selama empat bulan untuk mendatangkannya. “Ini yang menjadi kendala kami. Tapi kami komitmen menyelesaikannya tepat waktu,” ujarnya.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Nuryadi, menambahkan jika pembangunan belum selesai sesuai jatuh tempo. Maka akan ada pemberian kesempatan yaitu 50 hari dari tanggal jatuh tempo.

“Namun jika masih belum selesai, maka akan
ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Silpa ini belum tahu berapa yang harus dibayar. Karena harus menghitung progresnya terlebih dahulu dan itu tugas dari inspektorat,” tutur Nuryadi

Penulis : Jihan Andinih

Advertisement

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG