Connect with us

Bontang

Pembangunan Kandang Buaya Riska Telan Dana Rp500 Juta, Pakai Duit Pribadi Pj Gubernur Kaltim

Published

on

Muhammad Ali, pemilik lahan kandang baru Buaya Riska. (Jihan Andinih-Bekesah.co)

BEKESAH.co, Bontang – Pemilik lahan kandang yang nantinya ditempati Buaya Riska, Muhammad Ali berharap masyarakat tak perlu banyak berspekulasi terkait pengembalian predator muara itu.

Kepada Bekesah, Ali mengatakan, spekulasi yang berkembang di masyarakat cenderung   berlebihan. Bahkan perihal sosialisasi terus disoal.

Baca Juga  Pemkot Bontang Belum Penuhi Syarat Relokasi Buaya Riska ke Kandang Baru
Baca Juga  Bukan di Guntung, Ini Lokasi Pengembalian Buaya Riska di Bontang

“Soal adanya kandang ini janganlah terlalu dibesar-besarkan. Terkait sosialisasi itu tugas dari kelurahan. Saya cuman diminta lahan saja. Saya sediakan,” katanya Senin (22/1/2024).

Ali menuturkan, pembangunan kandang buaya Riska ini sepenuhnya merupakan ide bahkan dibiayai menggunakan operasional Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik. “Banyak yang bilang ini ada proyek besar lah. Itu itudak benar. Ini murni semua dari operasional Pj Gubernur Kaltim,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat perlu melihat pengembalian buaya Riska ke Bontang ini dari aspek positifnya dari peningkatan perekonomian warga.

Advertisement

“Kita ambil sisi baiknya. Kalau ini sudah jadi tentu nanti akan banyak warga yang berjualan. Dan pastinya perekonomian akan membaik,” katanya.

Pembangunan kandang yang berada di  Jalan Bete-Bete No 1 Kelurahan Tanjung Laut Indah ini, menghabiskan dana sebanyak Rp 500 juta. Struktur bangunan kandang berbahan dasar kayu. (*)

Penulis : Jihan Andinih

JANGKAU BERITA BEKESAH LEBIH BANYAK DI GOGGLE NEWS klik link di bawah ini

https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMLWJygsw9aThAw?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid

Advertisement

Atau dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2