Connect with us

Bontang

Pembagian Motor ke 499 Ketua RT di Bontang Harus Punya Kajian Jelas

Published

on

Ilustrasi pembagian motor. (Oda-Bekesah.co)

BEKESAH.co, Bontang – Rencana pembagian motor ke 499 RT di Bontang tahun ini mulai disorot legislator. DPRD dalam waktu dekat bakal meminta penjelasan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan, ada banyak hal yang bakal ditanyakan pihaknya. Mulai dari bagaimana proses penyusunan naskah akademik, hingga skema pemberian motor ke seluruh RT.

“Kami akan pertanyakan kajiannya seperti apa. Akan kami dalami. Jangan sampai ada masalah muncul di kemudian hari,” ungkap Rustam saat menghubungi Redaksi Bekesah.co, Senin (13/2/2023).

Masalah lain kata Politisi Golkar itu, terkait masa jabatan setiap RT yang berbeda-beda. Bagaimana proses peralihan ke RT yang baru.

Advertisement

“Ini tentu harus terperinci semua. Makanya kita harus dengar presentasinya Bapenda,” ungkapnya

Selain itu Rustam menyoroti RT yang berada di kawasan pesisir, semisal Kampung Tihi-Tihi, dan Melahing. Apakah RT di sana juga bakal diberikan motor. Melihat permukiman di saja tak bisa diakses kendaraan roda dua.

Untuk itu, Rustam mengatakan perancang naskah akademik bertanggung jawab penuh jika ada masalah hukum di kemudian hari. “Jangan sampai FS ( _Feasibility Study_ ) menimbulkan masalah di kemudian hari. Tentu kajiannya harus jelas. Diuji publik terlebih dahulu. Panggi semua Ketua RT. Jangan tiba-tiba dikasih begitu saja,” tegasnya.

Pun demikian, pihaknya mengapresiasi apreasi rencana pembagian motor ini. Karena ini merupakan visi-misi Wali Kota, dan sudah masuk dalam RPJMD. Apalagi alasannya untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor penarik PBB melalui peran aktif RT.

Advertisement

Sebelumnya diberitakan, biaya program pembagian motor RT bakal menelan anggaran sekitar Rp 11, 9 Miliar. Alokasi ini belum termasuk biaya perawatan berkala motor.

Baca Juga  9 Atlet Difabel Kutim Ikut Paralympic VII Kaltim