Connect with us

Bontang

Pekerja TA yang Positif Covid-19 di Bontang Meninggal Dunia

Published

on

BEKESAH.co- Pasien positif corona BTG15, yang merupakan tenaga kerja Turn Around (TA) di area pabrik Pupuk Kaltim meninggal dunia pada Jumat (3/7/2020).

“Iya (meninggal), pagi ini sekitar jam 08.00 (Wita),” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Bahauddin saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Kata dia, pasien positif asal Sidoarjoi yang semula dirawat di RS. Pupuk Kaltim itu dirujuk ke RSUD Taman Husada. Sebelum terpapar Covid-19, BTG15 memang memiliki penyakit bawaan.

“Kalau tidak salah jantung dan ginjal,” katanya.

Advertisement

Rencananya, pemulasaran jenazah pasien BTG15 akan dilakukan hari ini di pemakaman Bontang Lestari.

Sebelumnya diberitakan, status bebas kasus positif Covid-19 di Kota Bontang hanya bertahan sepekan. Lagi-lagi ada kasus baru. Kali ini bukan warga Bontang. Melainkan warga asal Sidoarjo yang didatangkan salah satu perusahaan menggarap proyek.

Data riwayat perjalanan yang dirilis Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bontang membeberkan, dua pasien yang kemudian disebut kasus 14BTG dan 15BTG sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan swab di rumah sakit Pertamina Surabaya pada 3 Juni 2020.

Selang dua hari, tepatnya 5 Juni 2020 hasilnya keluar. Terkonfirmasi negatif Covid-19. Kemudian pada 8 Juni keduanya bertandang ke Kota Bontang menggunakan pesawat Nam Air pukul 10.00 WIB.

Advertisement

“Untuk kasus 14BTG menggunakan taxi online menuju Bandara Juanda, sedangkan 15BTG menggunakan kendaraan pribadi. Tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda sekitar pukul 13.00 Wita,” papar Kepala Dinas Kesehatan, Bahauddin lewat video conference, Kamis (18/6/2020).

Lanjut ke Bontang, kasus 14BTG dan 15BTG menggunakan mobil yang difasilitasi perusahaan. Tetapi kendaraan yang ditumpangi keduanya berbeda. Namun dalam masing-masing mobil, ada sopir dan dua penumpang lainnya.

Baca Juga  Rakor Penanganan Covid-19 di Kaltim, Satgas Beber Tingkat Kepatuhan Masyarakat Terapkan Jaga Jarak Hanya 25 Persen

“Keduanya sempat singgah di warung Bojonegoro dekat bandara. Sampai di Bontang langsung menjalankan protokol kesehatan, melakukan karantina mandiri di salah satu hotel,” sambungnya.

Sekira seminggu di kota gas dan kondensat, tepatnya 15 Juni, keduanya mengalami gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19. Saat itu langsung dites swab.

Advertisement

” Ada keluhan demam, batuk, sakit kepala, nyeri abdomen, kemudian keduanya di periksa dan dirawat inap di RS Swasta dan ditetapkan statusnya menjadi ODP,” terang Bahauddin.

Kemudian, Tim Gugus menerima hasil uji swab keduanya. Terkonfirmasi positif. Saat ini, kasus 14BTG dan 15BTG telah dirawat di rumah sakit swasta.

 

Penulis: Ismail Usman

Advertisement