Connect with us

Bontang

Neni Usul Pemberian Insentif Bagi Warga, Apa Kata Ketua DPRD Bontang?

Published

on

BEKESAH.co – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mewacanakan pemberian insentif bulanan bagi masyarakat kurang mampu yang terkena imbas kebijakan pengurangan aktivitas di tengah situasi darurat coronavirus (Covid-19).

Dalam percakapan via telefon dengan awak bekesah.co, Minggu (29/03/2020), Neni menuturkan akan mengajukan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang dalam pembahasan bersama wacana tersebut.

“Besok Senin (30/3) saya akan ketemu DPRD, untuk membahas usulan pemberian insentif karena sumber anggaran dari anggaran daerah,” ungkap Neni.

Istri dari Sofyan Hasdam yang juga mantan Wali Kota Bontang itu menyebutkan, besaran insentif yang diusulkan Pemkot Bontang di kisaran Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per bulan.

“Rencana Bunda sih Rp 300 sampai 500 ribu per bulan. Cuma besaran itu masih usulan. Nanti hasil besaran yang disepakati kami infokan lagi,” sebutnya.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebutkan lembaga legislatif telah mendapatkan wacana insentif maupun rencana pertemuan yang diusulkan wali kota.

“Oh kalau pertemuan itu sudah saya dengar, kami dari DPRD tinggal menunggu suratnya,” kata pria yang akrab disapa Faiz tu.

(Baca: Neni Donasikan 6 Bulan Gajinya untuk Warga Terdampak Covid-19)

Advertisement

Meski belum dibahas besarannya, Faiz menyatakan dukungan pemberian insentif bagi masyarakat kurang mampu yang diusulkan Pemkot Bontang. “Iya harus didukung, itu usulan yang baik dan sudah sepantasnya,” katanya.

Dampak kebijakan pencegahan penyebaran Covid-19 mau tidak mau mempengaruhi roda ekonomi warga. Pembatasan aktivitas dipastikan membuat masyarakat khusunya dari golongan ekonomi ke bawah semakin sulit, Faiz menambahkan.

“Bantuan insentif ini nantinya bisa dipakai untuk keperluan pembayaran listrik, air dan keperluan mendesak lain,” tutupnya.

Pemberian insentif selama masa pandemi ini bukan hal baru di tingkat nasional. Sejumlah kebijakan lockdown atau menutup kawasan memunculkan tanggapan dari sejumlah pakar karena memicu penurunan kondisi ekonomi. Insentif bagi masyarakat disebut sebagai salahsatu kebijakan yang sering diusulkan agar warga tidak kian tercekik. (*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co