Trending

Nekat Terjun ke Sungai Gegara Dikejar Polisi, Pemuda di Samarinda Tewas Tenggelam

BEKESAH.co- Seorang pria bernama Kipli nekat terjun ke Sungai Karang Mumus, Samarinda, Sabtu 29 Agustus 2020. Penyebabnya, polisi mengejar Kipli di sekitar wilayah Lambung Mangkurat, Samarinda.

Namun, setelah terjun, Kipli yang merupakan warga Jalan Lambung Mangkurat, Hj Mastur, RT 33, Kelurahan Pelita, tak muncul ke permukaan. Warga setempat kemudian heboh dan melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Basarnas Samarinda.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim Basarnas Samarinda dipimpin Kepala Unit Basarnas Samarinda Riqi Efendi, langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian. Polisi juga turut melakukan pencarian.

“Dapat kami laporkan bahwa telah terjadi satu orang tenggelam pada pukul 14:15 Wita, Sabtu 29 Agustus 2020 sekitar pukul 13:30 Wita. Korban bernama Kipli (30) dilaporkan menghilang setelah lompat dari Jembatan 3 ke dalam Sungai Karang Mumus, Samarinda,” ujar Riqi Efendi.

Kipli diketahui melompat ke Sungai Karang Mumus Jembatan 3 Lambung Mangkurat, Samarinda setelah pada pukul 13:50 Wita dalam pengejaran pihak kepolisian. Korban kemudian nekat menceburkan diri ke Sungai Karang Mumus dengan cara melompat dari Jembatan 3.

“Korban sempat berenang. Tim melakukan pencarian sekitar 50 meter dari titik korban tenggelam,” ujar Riqi Efendi.

Tim Rescue bergerak menuju ke lokasi kejadian menggunakan Rescue Truck dan Peralatan SAR Air berupa alat selam. Sejumlah unsur ambil bagian dalam pencarian di antaranya Unit Siaga SAR Samarinda, pihak kepolisian, hingga relawan dan anggota TNI.

Tim pencarian korban sempat melakukan putaran ombak di sekitar Kipli tenggelam.

Ditemukan Tewas

Pemuda yang dikabarkan tenggelam di Sungai Karang Mumus, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), bernama Kipli ditemukan meninggal dunia, Senin dini hari, 31 Agustus 2020.

Menurut Kepala Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Balikpapan Oktavianto, korban ditemukan pada pukul 03.30 Wita.

“Pada pukul 03.30 Wita, Senin 31 Agustus 2020 korban berhasil ditemukam oleh Unsur SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia sejauh -/+ 2 Km,” ujar Octavianto.

Menurut Octavianto, pihaknya bersama para relawan dan petugas gabungan saat ini.sedang dilaksanakan proses evakuasi dengan menggunakan Rubber Boat dannnantix SKSN.

“Jenazah korban kemudian dibawa olehambulance ke RS terdekat dan untuk seterusnya diserhakan kepada pihak kepolisian,” ujar Octavianto.

Sumber: Klik Samarinda

Related Articles

Back to top button
Close