Connect with us

Bontang

Multivitamin Laris Jadi Incaran Warga Bontang buat Jaga Imun

Published

on

BEKESAH.co – Permintaan multivitamin di Kota Bontang alami peningkatan kala diumumkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona (COVID-19) pada Maret 2020 lalu.

Penyebaran COVID-19 membuat banyak masyarakat memburu vitamin c untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pemerintah maupun ahli kesehatan juga selalu mengingatkan agar masyarakat menjaga daya tubuh, salah satunya meningkatkan imun.

Di Klinik Satelit 1 yang berada di Jl. Imam Bonjol Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Utara, penjualan multivitamin meningkat signifikan. Persentase pembelian vitamin mencapai 50 persen lebih semenjak pemberitaan COVID-19 masuk ke Indonesia.

“Memang mengalami kenaikan penjualan sejak pertama virus Covid-19 masuk ke Indonesia dan untuk klinik kami penjualan di atas 50 persen,” ungkap Apoteker Klinik Satelit 1 RSPKT Dewi kepada Bekesah.co, Sabtu (2/4/2020).

Dewi menyebutkan, hampir seluruh produk suplemen maupun vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh paling diburu. “Terutaman vitamin C dan Imunomodulator (eks imboost),” sebutnya.

Di tempat berbeda, Asisten Apoteker Karunia 2 Eka Diana mengatakan, terjadi kelonjakan penjualan vitamin hingga melebihi 100 persen pada bulan Maret. Kenaikan penjualan ini sangat jauh berbeda ketimbang di awal tahun yang masih sepi pembeli, ia menambahkan.

Memasuki pekan ketiga April, pembelian vitamin sempat mengalami penurunan. Disebutkan Eka, merosot setengahnya atau kisaran 50 persen dari bulan Maret. Pun jenis vitamin yang banyak diminati pembeli yakni vitamin berbentuk kapsul dan didominasi penggunaan oleh orang dewasa.

“Biasanya customer membeli yang ada kandungan vitamin C-nya, seperti CDR, Enervon C, Redoxon,” sebut apoteker yang bertugas di Jalan MT Haryono, Kelurahan Bontang Baru, itu.

Advertisement

Membatasi Pembelian

Karena tingkat penjualan yang tinggi, tidak jarang apotek mengalami kehabisan stok. Pada banyak kasus, kekosongan barang bahkan terjadi di supplier.

“Kami sempat mengalami kekosongan. Alasannya ya karena dari distributor, obat yang barangnya kosong. Seminggu lebih bahkan sampai sebulan kosongnya,” terang Apoteker Klinik Satelit 1 RSPKT, Dewi.

Ia mengatakan, akhirnya pihak klinik menerapkan pembatasan maksimal pembelian untuk mensiasati ketersediaan produk.

“Pembeliannya dibatasi. Tergantung berapa banyak obatnya. Kalau obatnya banyak maksimal dua strip ato 2 botol. Tapi kalau obatnya dengan stok sedikit kami batasi maksimal satu strip per botol,” sebutnya.

Sementara di Apotek Karunia 2 tempat Eka bekerja, penjualan masker sempat dibatasi karena kelangkaan produk di pasaran. Namun, pihaknya tidak membatasi pembelian multivitamin lantaran penyedian kembali (restock) cenderung cepat.

“Tidak ada pembatasan untuk sekarang. Kalau pun ada barang yang kosong, 1-2 hari sudah ada lagi,” pungkasnya.

Penulis: Maimunah Afiah

Advertisement

2022 © Bekesah.co