Connect with us

Bontang

Mengawasi Kepentingan Politik di Balik Paket Sembako

Published

on

BEKESAH.co – Dampak pandemi virus corona atau COVID-19 yang begitu luas melahirkan banyak gerakan sosial di tengah masyarakat Bontang. Penyaluran bantuan dilakukan mulai dari komunitas, lembaga organisasi, anggota legislatif hingga pemerintah daerah.

Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Bontang Agus Susanto mengatakan pemberian bantuan kepada masyarakat di tengah pandemik covid-19 telah banyak dilakukan elemen masyarakat. Termasuk bantuan yang diberikan oleh petahana, yang mengatasnamakan Pemerintah Daerah.

“Dalam pemberian bantuan Bawaslu tidak bisa melarang atau membatasi bantuan kepala daerah untuk warganya di tengah pandemik covid-19. Hanya memang yang dikhawatirkan pembagian paket itu disalahgunakan untuk kepentingan politik praktis di pilkada,” kata Agus.

Seperti diketahui, petahana di Kota Bontang yang bakal maju dalam Pilkada adalah Walikota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase. Keduanya telah mendapatkan rekomendasi dari parpol untuk maju dalam Pilkada Kota Bontang 2020.

“Memang pemberian bantuan bisa menjadi persoalan bila untuk tujuan politis. Tapi memang sulit dibedakan. Maka dalam pengawasan ini, kami juga telah diminta Bawaslu RI untuk ekstra hati-hati,” ucapnya.

Apalagi, kata Agus, saat ini, KPU telah menunda 4 tahapan menyusul dampak wabah covid 19. Sehingga belum ada kepastian tahapan akan dilanjutkan. Termasuk pendaftaran dan penetapan pasangan calon. “Jadi sampai saat ini belum ada calon karena memang belum masuk tahapan pendaftaran, apalagi penetapan pasangan calon,” sebutnya.

“Yang jelas, kami juga mengajak kepada para bakal calon untuk berpolitik dengan santun. Silakan laksanakan kewajiban sebagai kepala daerah, tapi jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” pungkasnya. (*)

Advertisement

2022 © Bekesah.co