Connect with us

Bontang

Melihat Kuntul Perak, Burung Primadona Kota Bontang yang Mulai Langka

Published

on

Ilustrasi burung kuntul perak yang mulai langka ditemukan.

BEKESAH.co, Bontang – Kuntul Perak merupakan burung primadona yang sangat populer di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan, burung ini dijadikan maskot kota hingga inspirasi motif kain batik.

Kuntul perak adalah burung yang penetap. Dia adalah burung dari genus Mesophyx.

Spesies ini dulu mudah ditemui di pesisir hutan bakau Kota Bontang. Namun sekarang, keberadaannya sangat sulit dijumpai.

Baca Juga  Pembuat Onar di Cafe BSD Kembali Berulah di Jakarta, Ludahi Satpam di Mall
Baca Juga  Ibu Rumah Tangga di Bontang Ini jadi Pengedar Sabu, Dijual ke Semua Kalangan

Burung ini berukuran besar 69 cm. Ukurannya di antara Kuntul besar dan Kuntul kecil. Ciri utamanya adalah paruh agak pendek dan leher berbentuk S tanpa simpul, garis paruh tidak melewati mata.

Advertisement

Kemudian, iris kuning, paruh kuning berujung coklat, tungkai dan kaki hitam.

Burung Kuntul Perak biasa hidup sendiri atau berkelompok kecil. Kelompok menyebar jika mencari makan, tetapi mengumpul jika terganggu atau saat terbang datang dan pergi

Spesies ini dapat tinggal di air tawar dan juga air asin, termasuk lahan basah, muara, rawa-rawa, sawah yang tergenang, hingga garis pantai, sungai, dan danau.

Selain itu, Kuntul Perak juga menyukai daerah dengan vegetasi lahan basah yang lebat.

Advertisement

Penyebaran burung ini meliputi negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Cina, namun populasinya terdapat juga di Afrika Selatan, Australia Utara, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Kuntul perak di Indonesia tersebar di Sumatera, Bali, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan paling banyak di daerah Kalimantan.

Makanannya adalah ikan, katak, serangga air, belalang. Bersarang dalam koloni bersama burung air lain. Sarang dari ranting-ranting yang disusun seperti panggung di atas pohon.

Advertisement