Trending

Masuk Pertengahan Tahun, Dana Dinkes Baru Terserap Rp 37 Miliar

BEKESAH.co- Penyerapan anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang belum mencapai target.

Hingga Mei lalu, dana yang terserap baru sekira Rp 37,363 miliar dari total Rp 128, 761 miliar. Hanya 29 persen.

Kepala sub bagian (Kasubag) Perencanaan dan Keuangan Dinkes Kota Bontang, Ahmad Hamid memaparkan, anggaran yang dikelola pihaknya bersumber dari APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK) serta dana kapitasi dari BPJS.

Ia mengaku realisasinya saat ini terbilang tidak normal. slSeharusnya hingga bulan Juni sudah capai 40-50 persen dari pagu anggaran.

“Jadi masih kurang sekitar 10 persen,” kata Ahmad, saat menghadiri rapat bersama Komisi I DPRD Bontang, Senin (7/6/2021).

Dikatakan Hamid, ada beberapa kendala yang dialami Dinkes sehingga penyerapannya tak maksimal. Terutama terkait sistem pengelolaan yang digunakan.

Tahun ini Kemendagri mengeluarkan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang saat ini digunakan oleh setiap OPD.

Hanya saja, Hamid menilai SPID tersebut, terlalu rumit, secara teknis banyak kuncian didalam aplikasi tersebut. Selain itu, sistem tersebut dinilai belum terlalu siap dan servernya pun lambat.

“Agak menyulitkan dari administratif, perencanaan, belum ada sosialisi, belum ada bimtek. Kemudian banyak kunciannya,” terangnya.

Tidak hanya soal sistem yang menjadi hambatan, diakui Hamid persoalan refocousing anggaran juga salah satu kendalanya.

Di awal tahun, pihaknya diminta untuk refocousing anggaran, sebab tidak ada anggaran Covid-19 yang tercantum dalam perencanaan tersebut.

Padahal, pihaknya sudah mengajukan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kata dia, anggaran untuk penanganan Covid-19 menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT).

Namun, masuk awal tahun 2021, lanjut Hamid, ada peraturan Kemendagri yang tidak memperbolehkan BTT digunakan untuk Covid-19. Alhasil, pihaknya diminta untuk refocousing sebesar 8 persen.

“Jadi kami rombak lagi anggarannya, untuk mendapat alokasi yang untuk Covid. Nah setelah dihitung, masuk 11 miliar yang di DPA, itu baru selesai April atau Mei. Jadi baru bisa berjalan bulan ini,” jelasnya.

Penulis : Maimunah Afiah

Tags

Related Articles

Back to top button
Close