Connect with us

Bontang

Komunitas di Bontang Ini Buat Bilik Disinfektan Otomatis Sederhana

Published

on

BEKESAH.co -Tak kehabisan akal di tengah wabah, Komunitas Pemantau Air Sungai (Kompas) Bontang menciptakan bilik sterilisasi guna membantu pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Taman.

Oleh Kompas Bontang, fasilitas ini disebut Portable Disinfectant Chamber (PDC). Bilik ini mampu menyemprotkan uap disinfektan ke seluruh tubuh seseorang dalam waktu singkat. Sehingga, virus maupun bakteri yang menempel di tubuh sehingga potensi penularan penyakit dapat diminimalisir.

Salahsatu anggota Kompas, Wilis Permadi, mengungkapkan gagasan membuat bilik muncul di tengah makan siang bareng. Seketika ide lahir untuk mereplikasi alat penyemprot disinfektan dari Vietnam. Langkah Vietnam membuat dan memperbanyak bilik itu ditengarai menekan laju penyebaran Covid-19, paling tidak dari tampilan grafik.

Wilis menuturkan upaya dimulai dari sumbangan anggota yang terkumpul untuk memberi sejumlah peralatan dan bahan yang diperlukan. Ragam bahan dan alat sederhana seperti pipa PVC, pompa diafragma, filter, nozzle, selang, proximity censor, LCB dan gulungan plastik tebal.

Perakitan dilakukan dari merangkai pipa menjadi bilik dimensi tinggi 2 meter dan lebar 80 centimeter. Selanjutnya pemasangan nozzle sebagai penyembur di 10 titik mengarah ke dalam bilik. Didesain sedemikian rupa agar menjangkau seluruh tubuh. Pemasangan selang yang terhubung antara pompa diafragma ke nozzle pun dilakukan.

“Bilik sterilisasi ditarget bisa selesai dalam waktu dua pekan, proses pengerjaan sudah mencapai 80 persen,” ujar Wilis ketika bekesah.co mengunjungi workshop Kompas Bontang di Kelurahan Guntung, Selasa (24/03/2020).

Workshop Kompas Bontang di Kelurahan Guntung, Bontang Utara. (Ismail/bekesah.co)

Untuk mengatur volume cairan disinfektan yang disemburkan, Kompas memasang sebuah monitor yang terintegrasi dengan proximity censor. Sensor ini berfungsi menyemprotkan secara otomatis ketika orang sudah dalam posisi siap di dalam bilik.

“Monitor yang mengatur cairan itu yang dibuat sendiri oleh para anggota Kompas. Tinggal finishingnya pemasangan penutup bilik dengan plastik ,” ungkap Wilis.

Ajak Kolaborasi

Advertisement

Wilis menjelaskan mengapa pembuatan bilik sterilisasi ini menghabiskan waktu hingga dua pekan. Sementara menurut timnya, mampu dirampungkan dalam waktu 2-3 hari saja.

“Anggota Kompas memiliki pekerjaan masing-masing. Makanya harus membagi waktu,” kata dia.

Sejauh ini, Kompas Bontang beranggotakan 15 orang meski baru dibentuk setahun belakangan. Wilis mengatakan, Kompas Bontang membuka diri jika ada yang berminat bergabung dalam project PDC ini. Diharapkan ketika dapat terealisasi, mampu diaplikasikan di fasilitas kesehatan maupun gate entry (jalur masuk) Kota Bontang dalam pencegahan penyebaran virus.

Kompas Bontang menciptakan alat deteksi Pemantau Air Sungai sebagai project perdana yang berguna saat banjir. Mereka juga sempat menjuarai Inovasi, Penelitian dan Teknologi Tepat Guna atau SI PEENA dalam ajang Bontang Jago Smart City.

Kini, punggawa Kompas Bontang telah masuk dalam sukarelawan Covid-19 skala nasional. Mereka tergabung dalam sukarelawan para engineers yang ingin membuat karya dalam melakukan pencegahan bahaya Covid-19, seperti pembuatan disinfectant chamber, UV sterile laser, dan banyak lagi. (*)

Penulis: Ismail Usman

Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co