Connect with us

Bontang

Kisah Mahasiswa Asal Bontang di Rusia, Mengurung Diri di Asrama Hindari Corona

Published

on

BEKESAH.co– Penyebaran pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) mulai menebarkan kekhawatiran bagi masyarakat Rusia, tak terkecuali 10 mahasiswa asal Kota Bontang yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di negeri tirai besi tersebut.

Hendra Reimon Pangemanan salah satunya. Mahasiswa jurusan Railway Locomotive di Petersburg State Transport University, Rusia ini memilih mengurung diri di kamar asramanya untuk memprotect diri dari virus corona. Terlebih, ia berada di kota kedua terparah kasus Covid-19 setelah Moscow.

Sejak diliburkan sementara dan beralih ke pembelajaran online, Hendra mengaku beranjak dari asramanya hanya untuk memenuhi kebutuhan logistik.

“Kalau nggak ke supermarket ya nggak keluar,” pungasnya saat dihubungi Bekesah.co, Minggu (29/03/2020).

Berada di tanah rantau di tengah pandemi corona, tentu membuat sanak keluarga cemas. Namun ia dan rekan mahasiswa lainnya tak punya pilihan selain bertahan di negeri beruang putih itu. Pasalnya, Pemerintah Rusia telah menutup akses penerbangan dari dan keluar negeri sejak 27 Maret hingga batas waktu yang tak ditentukan.

“Sejauh ini nggak ada rencana balik (pulang ke Bontang), karena penerbangan internasional juga sudah tidak ada,” ungkapnya.

Untuk meredam kekhawatiran itu, Hendra tak pernah absen memberi kabar pada orang tuanya. Begitu pula sebaliknya, kedua orang tuanya tak pernah lupa memberikan wejangan untuk selalu menjaga kesehatan.

“Panik pastinya. Tapi kami di sini tetap yakinkan keluarga kalau kita bakal baik-baik aja. Wejangannya jaga kesehatan, gizinya diperhatikan. Kalau makan telur rebus tengah malam nggak lah, kan itu hoax aja,” ujar Hendra.

Advertisement

Meski berada di kota berbeda dengan mahasiswa asal Bontang lainnya, alumni SMK Negeri 1 Bontang ini mengatakan terus bertukar kabar dan saling mengingatkan untuk menerapkan social and physical distancing.

“Kami nggak satu kota. Di St. Petersburg ada 5 orang termasuk saya, di Moscow ada 3, dan di Rostov on Don ada 2 orang,” paparnya.

Sebagai putra daerah, ia berharap pandemi corona yang merebak di berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali Kota Bontang segera teratasi dan semua pasien yang memiliki gejala tetap kuat dan semangat melawan Covid-19.

“Alhamdulillah kami di sini (Rusia) baik-baik saja, dan berharap warga di Bontang juga demikian. Kita melawan virus yang sama di negara yang berbeda. Kalau semua mau bekerja sama menjaga diri, ikut kebijakan pemerintah, Insya Allah virus corona tidak punya sasaran lagi,” harapnya.(*)

Continue Reading
Advertisement

2022 © Bekesah.co