Kayak Kebal Corona Aja, Masih Banyak Warga Samarinda Mucil

Nda bisa memang dikasih tau

BEKESAH.co – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Hendra AH sebenarnya setuju dengan penerapan jam malam. Karena memang masih banyak warga berkumpul dalam jumlah banyak, bahkan hingga dini hari.

Hendra mengaku sudah sebulan berkeliling untuk memberikan imbauan ke warung, cafe, lapak pinggir jalan, pasar malam hingga warnet. Tapi terkadang, kata Hendra, satu lokasi diberi pengarahan dan mematuhi, namun lokasi lain yang sebelumnya menurut, justru “mucil” lagi. “Ini yang menjadi dilematis kami dilapangan,” kata Hendra.

Kendati begitu, apapun keputusan pemerintah, kata Hendra, pihaknya siap menjalankan termasuk membatasi kendaraan yang beredar . “Kita siap apapun istilahnya,” terangnya.

48 Warga Terjaring

Bukti bahwa minimnya kesadaran masyarakat mematuhi social distancing/physical distancing terlihat dari hasil operasi yang dilakukan tim Penanganan Covid-19 Samarinda di sejumlah titik, Rabu dini hari (29/4). Kegiatan itu menyasar sejumlah tempat yang sebelumnya telah dipantau Gugus Tugas. Beberapa tempat itu disinyalir merupakan tempat berkumpulnya warga khususnya remaja.

Hasilnya sebanyak 48 warga dari yang remaja hingga dewasa terjaring. Mereka ada yang diangkut dan ada pula yang kartu identitasnya disita. Selanjutnya yang diangkut dibawa ke Posko Induk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Samarinda di markas BPBD Samarinda di Jalan Sentosa Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.

“Yang kartu identitasnya seperti KTP disita, kami minta datang ke Posko,” kata Hendra.

Hendra menjelaskan, 48 warga itu didapati dari sejumlah tempat seperti warung kopi di Jalan Belatuk, kafe-kafe di Jalan M Yamin, Komplek GOR Segiri, warnet di Jalan Gatot Subroto, dan komplek pertokoan di Citra Niaga.

“Kami juga sempat bersitegang dengan beberapa pemilik kafe dan pengunjungnya,” ujar Hendra. (Prokal.co)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close