Trending

Kapal Tujuan Bontang Terdampar di Perairan Mateng, 144 Crew-Penumpang Selamat

BEKESAH.co – Kapal Motor (KM) Entebe Ekspres terdampar di Perairan Lumu, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar). Kapal yang berangkat dari Kalukku, Sulbar menuju Bontang, Kalimantan Timur ini sempat terombang ambing akibat hantaman gelombang tinggi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju, Arif Anwar, mengatakan laporan peristiwa terdamparnya kapal diterima pada Minggu siang (28/11), sekitar pukul 15:30 Wita.

“Setelah dilakukan pengecekan kebenaran informasi kepada Kantor UPP Kelas I Mamuju, diketahui nama kapal tersebut, dengan rute Mamuju-Bontang,” kata Arif melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Minggu (28/11/2021) malam.

Berdasarkan laporan itu, Arif mengaku langsung mengirim dua tim rescue menuju lokasi. “Dua tim rescue yang diberangkatkan, menggunakan dua unit rescue car melalui jalur laut, dan 1 unit rubber boat melalui jalur laut,” ucapnya.

Dari hasil koordinasi dengan tim yang sudah lebih dulu berada di lokasi, seluruh penumpang dan crew kapal yang totalnya mencapai 144 orang dipastikan selamat. Untuk kepentingan lebih lanjut, seluruh penumpang dan crew kapal dievakuasi menuju Desa Lumu, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mateng.

“Jumlah orang yang berada di atas Kapal KM Entebe Express, 81 orang penumpang dari Mamuju ke Bontang, 45 orang penumpang dari Budong-Budong ke Bontang, dan 18 crew kapal, sehingga total jumlah POB sebanyak 144 orang,” ujarnya.

Penyebab Kapal Terdampar

KM Entebe Ekspres yang sedianya berlayar menuju Bontang, Kalimantan Timur, terdampar di Perairan Lumu, Kabupaten Mamuju Tengah. Kapal tersebut terdampar karena dihantam gelombang tinggi yang membuat rantai jangkar yang sempat dilabuhkan terputus.

“Awal mulanya itu kita melakukan pelayaran dari pelabuhan Budong-Budong ke Bontang, di perjalanan ada badai, dari pada kita melanjutkan perjalanan dengan posisi kapal yang tidak stabil, kita putuskan untuk kembali,” kata Kapten KM Entebe Ekspres, Kesyia Julia Monica, kepada wartawan, Minggu (28/11) malam.

Kesyia menyebut kuatnya hantaman gelombang dari sisi kiri, membuat kapal yang dinakodainya terseret. Dia mengaku sempat mengambil inisiatif untuk mengarahkan kapal ke Teluk Belang-Belang, namun urung dilakukan lantaran terhalang ombak tinggi.

“Langkah terakhir saya memutuskan untuk berlabuh kapal, menurunkan jangkar, supaya kapal bisa stay di daerah aman,” ucapnya.

Tapi kuatnya hempasan gelombang akibat kondisi cuaca yang semakin memburuk, membuat rantai kapal terputus. Kapal terdampar hingga akhirnya kandas.

“Ketika kita berlabuh jangkar, cuaca semakin memburuk sampai rantai jangkar putus. Setelah rantai jangkar putus, kita langsung nyalakan mesin untuk dibawa keluar (kapal), tapi sudah tidak bisa. Cuaca sudah tidak mendukung, kapal sudah terseret masuk ke dalam, hingga akhirnya kandas,” ujarnya.

Kesyia bersyukur 144 crew dan penumpang kapal yang di antaranya anak-anak berhasil diselamatkan. Proses evakuasi penumpang menggunakan sekoci, berlangsung cepat kurang dari satu jam.

“Setelah itu kita lakukan evakuasi. Alhamdulillah, semua penumpang dan crew aman, bisa dibawa ke daratan dengan selamat semuanya. Proses evakuasi cepat, tidak sampai satu jam semua sudah sampai di darat,” imbuhnya. (DetikNews)

Related Articles

Back to top button
Close