Connect with us

Bontang

Kaleidoskop ‘Simpang Maut’ RSUD Bontang

Published

on

BEKESAH.co – Persimpangan yang menghubungkan Jalan S Parman, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Poros Bontang-Sangatta atau lebih dikenal dengan sebutan simpang RSUD Bontang jadi salah satu trending topic saat ini.

Bagaimana tidak, simpang tiga itu sudah banyak makan korban. Sejak 2016, tercatat empat kali terjadi insiden maut di titik yang sama, yakni area traffic light di depan pintu masuk RSUD Taman Husada Kota Bontang. Bukan hanya itu, penyebab kecelakaan di kawasan itu pun serupa, rem blong.

Baca juga: Simpang 3 RSUD Bontang Ditutup, Warga Prediksi Bakal Banyak yang Potong Jalur

Dari data yang dihimpun Bekesah.co, Wawan, warga Jalan Bhayangkara RT 6, Kecamatan Bontang Utara pernah mengalami kecelakaan bersama istri dan anaknya pada 14 Juli 2016 silam. Akibat peristiwa itu, istrinya mengalami patah tulang di bagian lengan.

Tahun berikutnya, pada 10 Agustus 2017, simpang tiga itu kembali memakan korban. Syarifah Wahyuni bersama suami, anaknya, dan tujuh pengendara lainnya diseruduk truk ekspedisi yang melaju dari arah Jalan Poros Bontang Sangatta.

Kejadiaan nahas itu tidak hanya merenggut nyawa Syarifah, tapi juga calon bayi dikandungannya yang saat itu berusia tujuh bulan.

Baca juga: Kerap Terjadi Lakalantas, Simpang 3 RSUD Bontang Sepakat Ditutup

Teranyar, kecelakaan beruntun pada Senin (02/03) lalu. Bus bernomor polisi KT-7013-XA yang dikendarai pria berinisial RN (34) menyeruduk empat mobil dan tiga sepeda motor yang tengah berhenti di traffic light tersebut. Kejadian nahas tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan sebelas lainnya mengalami luka-luka.

Advertisement

Dari rentetan peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Bontang sepakat untuk menutup ‘simpang maut’ RSUD Bontang sebelum ‘makan korban’ lagi.

Penulis : Maimunah Afiah

2022 © Bekesah.co