Trending

Jalan Pos 7 Ditutup Jualan Pedagang Mati, Ini Respons PKT

Semoga segera ada solusi

BEKESAH.co — Penutupan akses jalan di Pos 7 mengundang ragam komentar dari masyarakat. Tidak sedikit, warga setempat kecewa dengan keputusan tersebut.

Kekecewaan itu muncul dari para warga yang mengais rezekinya dari dompet para karyawan yang kerap menjajani jualannya di pagi dan siang hari.

Contohnya saja, pedagang nasi kuning, Ismawati mengaku penutupan jalan sangat mempengaruhi kondisi penjualannya. Sebab, kata dia, hampir semua konsumennya adalah karyawan yang bekerja di pabrik tersebut.

“Tadi pagi aja udah nggk seperti biasanya mba, karena ndk ada mobil yang lewat, konsumen kami sebagian besarkan para karyawan,” terangnya kepada Bekesah.co, Selasa (19/10/2021).

Baca juga:  Mulai 1 November, Akses Jalan di Pos 7 Lok Tuan-Guntung Ditutup

Ia pun berharap, perusahaan bisa memberikan solusi yang tepat bagi para pedagang. Pasalnya, ketika pedagang yang harus menyesuaikan diri akan memakan biaya yang besar.

Perantau yang baru 5 tahun menggeluti usahanya itu pun, meminta perusahaan untuk membaca sila ke-5 sebelum mengambil keputusan, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika seperti ini, lanjutnya, sama saja mematikan perekonomian dan memutus rezeki pedagang.

“Ini menurut saya egois tersendiri, kami kan mengais rezeki disini, bukan hanya saya, tapi semua pedagang juga merasakan,” ungkapnya.

Sedangkan salah satu karyawan yang tak ingin disebutkan namanya. Ia mengaku jarang melewati akses tersebut ketika hendak pergi ataupun pulang bekerja. Biasanya, dirinya melewati jalan Pupuk Raya. Hanya saja, ketiaka jam istirahat, ia kerap membeli makan siang yang berada di lokasi itu, Pos 7 Lok Tuan.

Ia mengungkapkan secara gamblang, jika jalur lintas tersebut ditutup total. Dirinya enggan lagi membeli makan siang di kawasan tersebut. Sebab, jalurnya terlalu jauh ketika harus menyusuri jalan yang dianjurkan, NPK Pelangi.

“Kasian penjual disitu jadi sepi. Kami juga malas beli disana kalau muternya kejauhan,” ungkapnya.

Sementara itu, VP Humas Pupuk Kaltim Tommy Johan Agusta menjelaskan, bahwa status Jalan Pos 7 Lok Tuan merupakan milik dan dikekola oleh PT Kaltim Industrial Estate (KIE), anak usaha dari PT Pupuk Kaltim.

Kata Tommy, penutupan jalan tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya menutup akses itu karena jalan tersebut akan digunakan untuk keperluan lalu lintas operasional pabrik.

Sehingga untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, pihaknya harus membatasi masyarakat menjangkau jalan tersebut.

“Kami alihkan karena mengutamakan aspek keselamatan bagi warga sekitar dan para pekerja, mengingat adanya perkembangan lalu lintas operasional pabrik,” jelasnya dalam pesan singkat yang dikirim ke Bekesah.co melalui via emmail, Senin (18/10/2021).

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat akan ada beberapa produktivitas pabrik yang akan dijalankan. Seperti, perkembangan terbaru dari PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) yang direncanakan akan aktif berproduksi di tahun depan. Selain itu, rencana pembangunan pabrik soda ash juga akan dimulai.

“Sehingga kendaraan pabrik dan konstruksi akan mulai melewati area tersebut. Jadi kami imbau kepada warga untuk melintasi jalan NPK Pelangi dan Suratman yang sudah diresmikan beberapa waktu lalu,” terangnya.

Saat ini, kendaraan roda dua masih diizinkan melintas selama proses uji coba. Diketahui proses tersebut dilakukan selama 5 hari kedepan, terhitung 18-22 Oktober 2021.

Sebelumnya, Akses jalan Lok Tuan-Guntung mulai dibatasi. Hal itu dilansir dari pengumuman yang disampaikan PT Pupuk Kaltim dalam sebuah spanduk yang terbentang di kawasan Jalan Pos 7 Lok Tuan.

Informasi dalam spanduk yang berlatar putih itu bertuliskan, jalan tersebut akan ditutup mulai 1 November mendatang. Namun hanya berlaku untuk roda 4, sedangkan kendaraan roda 2 masih boleh melintas dengan catatan waktu terbatas.

“Dalam Rangka Pengamanan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) kawasan industri maka jalan akses Guntung ke Lok Tuan ditutup mulai 1 November 2021 dan dapat melalui jalan NPK Pelangi,” tulis dalam spanduk.

Penulis : Maimunah Afiah

Tags

Related Articles

Back to top button
Close