Connect with us

Bontang

Harga Kedelai Melonjak, Ukuran Tahu Tempe di Pasar Tamrin Menyusut

Published

on

BEKESAH.co- Kenaikan harga kacang kedelai yang melonjak drastis berimbas terhadap produsen tahu tempe yang di Kota Bontang.

Meski begitu, para pedagang tahu tempe tak berani menaikkan harga pasaran. Agar tak berdampak pada daya beli konsumen.

Namun ukuran tahu tempe yang beredar di pasar kini berbeda. Lebih tipis dari biasanya. Diakui pedagang, hal itu terpaksa dilakukan produsen tahu tempe untuk menyiasati kenaikan bahan baku kacang kedelai. Sehingga lebih memilih memperkecil ukurannya.

“Iya kedelai naik, tapi harga tempe dan tahunya tetap, cuma isinya aja yang dikurangin. Biasanya agak tebal kan ukurannya, sekarang agak tipis,” ungkap Lasiono, salah satu pedagang tahu tempe di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin).

Pria yang sudah berdagang tahu tempe selama 25 tahun ini menyebutkan, harga tempe yang dijualnya sebesar Rp 5 ribu.

Advertisement

“Tahu tetap 4 ribu, cuma ukurannya aja jadi yang berbeda dari sebelumnya,” paparnya.

Pun hal yang sama diungkapkan Mulik, penjual tempe dan tahu di sekitaran Pasar Tamrin. Ia yang juga sebagai perajin tahu tempe mengaku menggunakan cara yang sama untuk menutupi kenaikan harga kacang kedelai, sehingga tetap bisa berproduksi.

“Harganya tetap saja, cuma saat membuat tempe jumlah kedelainya kita kurangi. Jadi tempenya agak tipis. Kalo tahu, mau gak mau harus tetap ukurannya, karena kalo gak sesuai ukuran, nanti gak jadi tahu,” jelas Mulik.(*)

Penulis: Annisa Hashifah

Advertisement
Baca Juga  Mulai 29 Mei Harga Tahu Tempe di Bontang Naik, Ini Listnya