Connect with us

Kutim

HAKI Pisang Kepok Grecek Ditarget Tahun Depan

Published

on

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan arahan terkait HAKI pisang kepok grecek.

BEKESAH.co, Kutim – Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa saat ini Pemkab tengah meyakinkan publik, bahwa pisang kepok grecek akan mendapatkan hak kekayaan intelektual (HAKI). Oleh karena itu pisang kepok grecek terus dikembangkan dan didampingi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kaltim.

Dia menyebut, tahun depan ada dua yang diajukan mendapatkan HAKI. Yakin nanas madu dan pisang Kepok Grecek ini. Dia berharap pisang kepok bisa dapat HAKI, mengingat sudah banyak pula permintaan pisang kepok dari luar daerah.

“Insyaallah, kita berdaulat di bidang ketahanan pangan, sehingga menciptakan peluang menyejahterakan rakyat,” ucap orang nomor satu di Pemkab Kutim itu didampingi Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum dan para PPL Sangkulirang.

Ardiansyah menjelaskan alasan mengapa harus memperoleh HAKI? Karena sudah banyak daerah lain mengambil bibit pisang kepok grecek ini. Untuk itu harus menjadi perhatian khusus oleh Pemkab Kutim dengan memperoleh HAKI di tahun depan. Kemudian produk-produk harus ditingkatkan dengan menciptakan turunannya pisang kepok grecek.

Advertisement

“Selanjutnya perluasan areal tanam pisang kepok grecek yang diberikan pemerintah untuk para petani. Meskipun sudah tertanam seluas 5.800 Hektare di Kutim, tapi tak boleh berhenti di situ,” tegasnya saat diwawancarai usai Bimtek dan Sertifikasi Benih Pisang dan Teknologi Budidaya Tanaman Pisang bagi petani di Desa Sempayau, Kecamatan Sangkulirang, belum lama ini

Ardiansyah Sulaiman mengatakan pisang Kepok Grecek adalah pisang asal Kaltim. Asal namanya pisang saba di bahasa Indonesiakan menjadi pisang kepok. Ditambahkan bahasa Kutai lagi grecek. Jadilah pisang kepok grecek namanya. Kendati demikian, Ardiansyah mengutarakan pisang ini telah mendapatkan hati di berbagai negara. Di antaranya Amerika, Malaysia, Singapura, Hongkong. Sementara di dalam negeri di Sumatera Utara serta daerah lainnya.

Baca Juga  DLH Masih Punya PR Awasi Aktivitas Perusahaan Tambang

Dia mengungkapkan selain pisang Kepok Grecek di wilayah ini juga tengah dikembangkan pisang Cavendish. Karena pisang Cavendish ini merupakan salah satu peluang besar yang masuk dalam pasar dunia. Untuk itu dia meminta petani terus semangat membudidayakan pisang. Karena ada beberapa negara senang dengan pisang kepok asal Kutim. Apalagi pisang cavendish yang sudah mendunia sejak dahulu.

“Ini potensi yang luar biasa,” tutup Ardiansyah.

Advertisement

Penulis : Maimunah Afiah