Connect with us

Headline

Gadis Pembunuh Bocah Jalani Tes Kejiwaan

Published

on

BEKESAH.co– Kasus gadis remaja NF (15) yang dengan sadar membunuh teman adiknya, APA (5) masih terus diselidiki.

Pelaku masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Hasil pemeriksaan pembunuh bocah di kawasan Sawah Besar tersebut akan keluar satu hingga dua Minggu ke depan.

“(Hasil pemeriksaan baru keluar) satu sampai dua Minggu,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto dikutip dari laman Suara pada Selasa (10/03/2020).

Baca juga: Bunuh Bocah dengan Sadis, Remaja Ini Ngaku Puas dan Tak Menyesal

Meski demikian, aparat kepolisian belum mengetahui hasil tes kejiwaan terhadap MF. Menurut Heru, pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati tetap bekerja secara profesional dalam menangani NF.

“Untuk saat ini tim dari RS Polri Kramat Jati masih bekerja secara profesional. Bila ada perkembangan yang signifikan pasti akan kami sampaikan,” kata Heru.

Sebelumnya, Kepala Tim Dokter Kejiwaan Rumah Sakit Polri Henny Riana mengakui, pihaknya telah menerima NF. NF menjalani pemeriksaan berupa Visum Et Repertum Psikiatrikum — visum kejiwaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Senin (9/3/2020).

“Kami sudah menerima pemeriksaan. Baru hari pertama Visum Et Repertum Psikiatrikum, visum jiwa,” kata Henny di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Advertisement

Henny mengklaim, NF cukup kooperatif selama pemeriksaan berlangsung. Meski demikian, tim dokter tidak terlalu mencecar pertanyaan bertubi-tubi pada NF.

Sementara, orangtua pelaku juga turut diperiksa oleh pihak kepolisian. Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo mengatakan, pihaknya telah memeriksa orangtua gadis ABG pembunuh bocah berusia 5 tahun di Sawah Besar.

Ia pun menyebut, pihaknya mencecar sejumlah pertanyaan terkait keseharian gadis yang kini masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama (SMP) itu.

Baca juga: 6 Fakta ABG 15 Tahun Bunuh Bocah 5 Tahun, Nomor 5 Bikin Shock

“Kami tanya soal kesehariannya, kebiasaan (pelaku) seperti apa. Nanti hasilnya untuk melengkapi bahan penyidikan kami,” ucapnya dikutip dari laman Tribun, Selasa (10/03/2020).

Dia menampik rencana pemeriksaan sejumlah saksi lainnya, seperti guru ataupun teman pelaku di sekolah. Susatyo menyebut, pihaknya kini tengah fokus untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

“Sementara ini (keterangan guru dan teman sekolah) belum diperlukan ya” ujarnya.(*)

Advertisement

2022 © Bekesah.co