Connect with us

Bontang

Fraksi Gerindra Berkarya Usul Raperda Pengelolaan Sampah Diseriusi Pemerintah

Published

on

BEKESAH.co – Fraksi Gerindra Berkarya DPRD Bontang menilai pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat akan menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakterisitik sampah yang semakin beragam.

Anggota Fraksi Gerindra Berkarya Etha Rimba Paembonan, Senin (24/2/2020), mengatakan hal tersebut dalam Rapat Penyampaian Jawaban Fraksi atas Tanggapan Wali Kota atas Raperda Tentang Pengelolaan Sampah. Raperda ini masuk dalam tiga raperda inisiatif DPRD Bontang tahun pembahasan 2020.

Etha menyebutkan pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknis pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Pengelolaannya dilakukan secara komprenhensif dan terpadu dari ulu sampai kehilir agar memberikan manfaat secara ekonomis, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah prilaku masyarakat,” terang Etha

Di dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah yang dikelola terdiri atas sampah rumah tangga, sampah sejenis, sampah rumah tangga dan sampah spesifik.

Saran Fraksi Gerindra-Berkarya, pengelolaan sampah diselenggarakan berdasarkan tanggung jawab, asas keberlanjutan, asas manfaat, asas keadilan, asas kesadaran, asas kebersamaan, asas keselamatan, asas keamanan, dan asas nilai ekonomis.

Hal ini pun berlaku untuk kawasan pemukiman, kawasan komersil, dan kawasan industri atau pun kawasan khusus dan fasilitas umum. Ditambah fasilitas sosial dan fasilitas lainnya perlu adanya tempat atau kawasan pemilahan sampah.

“Pengelolaan Sampah dengan bijak dapat membantu menyelamatkan lingkungan Kita,” tutur Etha

Advertisement

Fraksi Gerindra Berkarya mengusulkan tiga raperda tersebut perlu dilakukan pembahasan bersama DPRD dan Tim Asistensi Pemerintah Kota Bontang. Dengan alasan, melihat muatan raperda yang sasarannya berhubungan dengan masyarakat luas.

“Kami berharap, dengan dilakukannya pembahasan bersama tim asistensi dapat memberikan pandangan-pandangannya untuk persoalan sampah di Bontang,” terang Etha. (*)

Penulis: Ismail Usman

2022 © Bekesah.co