Trending

Dinkes Bontang Tak Rekomendasikan Rumah Sakit Tes Covid Pakai GeNose

BEKESAH.co — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, dr. Bahauddin tidak menyarankan rumah sakit untuk melakukan tes Covid-19 menggunakan GeNose.

Alasannnya, tingkat akurasi dari alat tersebut tidak sevalid Rapid Antigen. Walaupun Kementrian Kesehatan sudah memberikan surat izin edar dan harganya lebih murah. Tapi pihaknya masih memiliki banyak pertimbangan untuk tidak menggunakan alat tersebut.

Sebab, kata Baha, untuk mengecek diagnostik perlu akurasi yang bagus. Dikhawatirkan muncul klaster rumah sakit, jika pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) diperiksa menggunakan GeNose, kemudian hasilnya negatif palsu maka akan berimbas kepada para nakes dan orang yang ada disekitar rumah sakit.

Lagipula, jika menggunakan GeNose maka perlu persiapan fasilitas penunjang lainnya. Sebab, pemeriksaan menggunakan alat tersebut harus berada di ruang tertutup dengan tekanan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, dr. Bahauddin

Jika itu diberlakukan pihak rumah sakit harus menyediakan anggaran untuk membuat ruang khusus. Disebutkan Baha, anggaran yang dibutuhkan untuk membeli alat untuk tekanan ruang negatif butuh dana sekira Rp 100 juta. Kemudian alat GeNosenya mencapai Rp 120 juta.

“Belum lagi persediaan ruang khususnya,” katanya, Selasa (4/5/2021).

Selain itu, World Health Organization (WHO) tidak merekomendasikan penggunaan GeNose. Sehingga pihaknya memilih untuk menggunakan rapid antigen yang juga direkomendasikan oleh kemenkes.

Sebagai informasi, Gadjah Mada Electronic Nose COVID-19 (GeNose C19) adalah alat tes diagnostik cepat berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi COVID-19 melalui embusan napas yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada.

Orang yang menggunakan alat ini cukup mengembuskan napas ke kantong sekali pakai untuk kemudian dianalisis oleh GeNose dalam waktu tiga menit.

Penulis : Maimunah Afiah

Tags

Related Articles

Back to top button
Close