Connect with us

Bontang

Dianggarkan Rp 9 Miliar, Segini Realisasi BLT Uang Tunai dari Pemkot Bontang Selama Tiga Bulan

Published

on

BEKESAH.co- Program Bantuan Tunai Langsung (BLT) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bagi warga terdampak Covid-19 telah usai. Bantuan senilai Rp 500 ribu tersebut hanya dijatah selama tiga bulan.

Lantas, berapa anggaran yang sudah digelontorkan pemerintah demi meringankan beban warga dimasa pandemi dengan paket sembako dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu?

Dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Bontang, Jamaluddin, terhitung sejak April hingga Juni 2020, anggaran yang disiapkan Dinsos PM untuk bantuan uang tunai mencapai Rp 9.257.086.000. Dana tersebut termasuk biaya operasional.

“Jadi pagu dana yang kami siapkan di bulan April Rp 2.682.364.500, bulan Mei sebesar Rp 3.312.784.000 dan bulan Juni Rp 3.261.937.500. Itu yang uang tunai aja yah, yang untuk BLT sembako senilai Rp 300 ribu itu ada di kecamatan,” paparnya.

Advertisement

Sementara, dana yang sudah tersalurkan pada April dan Mei sebesar Rp 5.889.357.000. Sedangkan Juni hingga 16 Juli 2020 belum dapat dipastikan besaran dana yang tersalurkan.

“Masih dalam proses penyaluran, jadi belum di akumulasikan,” ucapnya.

Adapun jumlah penerima BLT yang tercatat di Dinsos PM mencapai lebih dari 15 ribu Kepala Keluarga (KK) yang ada di Kota Bontang.

“Tahap pertama tercatat ada 12.896 KK. Kemudian tahap kedua, ada 15.994 KK. Sedangkan untuk tahap ketiga berjumlah 15.834 KK,” rincinya.

Advertisement

Akan tetapi, data yang tercatat di Dinsos PM tidak semua terealisasi. Hal itu disebebkan karena adanya KK yang mendapat bantuan ganda, sudah dianggap mampu dan beberapa tidak berada di tempat.

“Jadi yang terealisasi ditahap satu hanya 12.642 KK. Tahap kedua yang terealisasi ada 15.763 KK sedangkan tahap tiga belum dipastikan berapa karena masih proses penyaluran. Tapi sudah mencapai 99 persen,” jelasnya.

Baca Juga  Tidak Sebesar Bantuan Pemkot Bontang, Warga Kurang Mampu Terdaftar di Pusat Minta Keadilan

Penulis: Maimunah Afiah

Advertisement