Connect with us

Bontang

Derita Musakkir, Warga Bontang 2 Bulan Terbaring tak Berdaya, Hanya Dirawat di Rumah

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Musakkir (38) warga RT 15 Kelurahan Tanjung Laut Indah hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur berlapis karpet plastik dan kain sarung. Ia didiagnosa menderita penyakit Ulkus dekubitus dan acute transverse myelitis.

Sudah dua bulan ini, pria tiga anak ini tidak berdaya. Istrinya, Asmiyati (38) mengatakan semuanya bermula di pertengahan bulan Mei saat Musakkir sedang bersantai sambil menyantap kudapan serta secangkir kopi buatannya.

Tiba-tiba saja Musakkir mengeluhkan sakit teramat sangat dari area pinggang bawa di belakang. Saking sakitnya tak tertahankan, ia pun tak dapat mengontrol gerakan tubuhnya sendiri kemudian dituntun oleh Asmiyati untuk berbaring di tempat tidur.

Sampai menjelang petang tiba, sakitnya tak kunjung mereda. Asmiyati pun lekas membawa suaminya berobat. Hanya berboncengan mengendarai motor menembus hujan, ia mengantar suaminya ke tempat praktik seorang mantri di kawasan Bukit Indah.

“Pas saya bawa, ternyata praktik mantrinya lagi tutup. Ya sudah saya bawa ke UGD RS Amalia. Itupun masih boncengan kami naik motor, saya yang nyetir. Naik motor karena kami tidak punya kendaraan lain,” tuturnya.

Advertisement

Asmiyati mengatakan karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, suaminya pun dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang. Hingga kemudian suaminya dirawat inap selama kurang lebih sepekan. Suaminya didiagnosa menderita myelitis transversal akut atau peradangan pada bagian saraf tulang belakang.

Selepas rawat inap, Musakkir menjalani perawatan di rumah. Dengan kondisi serba terbatas, Asmiyati mengusahakan berbagai cara untuk kesembuhan suaminya. Namun sayang, karena terlalu lama di posisi yang sama, Musakkir mengalami lecet di sekitar duburnya hingga luka menganga. Luka tersebut didiagnosa ulkus decubitus, dengan proses penyembuhan lama.

Baca Juga  Wujudkan Smart City, Pemkot Bakal Kuatkan SDM Bontang dengan Pelatihan

“Terkadang saya sampai menangis sendiri dengan kondisi suami saya. Saya harus bagaimana lagi? Mau berobat ke mana lagi? Kalaupun ada rujukan, bagaimana saya membawa suami saya dengan kondisinya itu? Belum lagi anak-anak saya masih kecil semua,” ungkap Asmiyati dengan getir.

“Saya harus berobat ke mana lagi? Pengobatan saya cuma berujung dapat obat banyak seperti itu. Untuk buang air kecil saja masih harus dengan kateter. Kasihan anak saya. Mereka butuh saya. Yang paling kecil saja sampai tidak bisa saya perhatikan lagi. Biasanya tiap bulan saya yang bawa anak saya ke puskesmas untuk periksa dan timbang. Tapi sudah 2 bulan ini tidak bisa. Ini terancam pertumbuhannya jadi lambat. Kalau saya tidak segera sembuh, bagaimana anak-anak saya?” sambung Musakkir di tengah keterbatasannya.

Baik Musakkir maupun Asmiyati sudah sampai di titik bingung hendak berusaha bagaimana lagi. Pasutri tersebut berharap ada solusi terbaik untuk Musakkir bisa segera sembuh. Mengingat ia tulang punggung keluarga.

Advertisement

“Kami berharap ada pihak-pihak yang bisa membantu meringankan kami. Karena suami saya sudah nggak kerja,” katanya.

Selama ini mereka melanjutkan kehidupan sehari-hari dari uluran tangan tetangga dan kerabat yang iba terhadap Musakkir. “Ada yang ngasih beras, telur, dan kebutuhan lain. Tapi nggak mungkin kami berharapa dibantu begini terus. Semoga suami saya ada solusi untuk bisa disembuhkan,” tutup Asmiyati.

Penulis : Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG

Advertisement