Connect with us

Bontang

Cerita Warga Bontang 5 Tahun Alami Katup Jantung Rusak, Istri Banting Tulang Hidupi Keluarga

Published

on

Rizky Adi Cahyono (28) Warga RT 09 Kelurahan Gunung Elai hanya bisa terbaring lemah tak berdaya. Foto : Jihan Andinih-Bekesah.co

BEKESAH.co, Bontang – Rizky Adi Cahyono (28) Warga RT 09 Kelurahan Gunung Elai hanya bisa terbaring lemah tak berdaya.

Sejak 2018, ia mengaku hidupnya berubah. ia hanya bisa terbaring diatas kasur akibat katup jantungnya yang rusak. Ditemani sang istri Osha Alvyesta (27) dan dua anaknya yang masih berumur lima tahun dan tiga tahun.

Rizky –sapaan akrabnya — merasakan sakit yang tidak terkontrol pada 2018. Ia merasakan sakit di bagian dada. Sebelumnya Rizky adalah buruh laundry, namun ia harus berhenti bekerja lantaran tak kuat menahan sakitnya.

Dokter mengatakan bahwa penyakitnya ini lantaran bakteri dari mulut. Sehingga katup jantung Rizky bermasalah. Ia sudah menjalani pengobatan, hingga keluar masuk rumah sakit adalah hal yang biasa. Dokter mengatakan penyakitnya bisa sembuh namun dengan tindakan operasi.

“Dokter bilang operasinya dilakukan di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta,” Ungkap Osha.

Advertisement

Dengan mengikuti prosedur BPJS, akhirnya Rizky dirujuk ke Rumah Sakit AWS Samarinda terlebih dahulu. Namun, Setelah sebulan disana tabungan mereka habis. Mereka mengurungkan niat untuk melanjutnya operasi ke Jakarta.

Sehingga selama ini Rizky hanya menjalani rawat jalan, Rizky hanya mengonsumsi obat-obatan. Kendati demikian, Osha menggantikan peran sang suami, yaitu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan pekerjaan henna art yang ia geluti.

Pada tahun 2023, obat yang sudah rutin diminum oleh Rizky mulai tidak ber efek, hingga perut, dan kaki membengkak. Dada semakin sesak, dan tidak bisa tidur berhari-hari.

Semakin hari keadaan Rizky semakin melemah. Untuk bangkit dari kasur Rizky merasa tak sanggup.

Hal tersebut semakin membuat Osha bingung harus bagaimana dan seperti apa. Sebab biaya akomodasi selama di Jakarta nantinya yang ia butuhkan tidak sedikit.

Advertisement

“Alhamdulillah kalau biaya operasinya itu ditanggung BPJS, tapi kami tidak tau bagaimana caranya kesana. Kami tidak memiliki uang buat beli tiket dan hidup disana,” tutur Osha.

Baca Juga  Pengawasan Aktivitas Perusahaan di Kutim, PPLH : Satu Perusahaan Butuh Waktu 5 Hari

Kendati demikian dengan adanya kendala biaya, Osha memutar otak bagaimana sang suami bisa segera dioperasi. Pada akhirnya ia menghubungi RT untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang kerap ia alami.

“Alhamdulillah RT disini baik, membukakan jalan dan membantu saya dalam kebingungan mencari bantuan dana. Besar kecil yang saya terima sangat berarti. Karena, sampai saat ini belum terima dana dari pemerintah,” beber Osha.

Ternyata Osha menemukan sinar terang, bantuan dana datang secara tak diduga. Hasil dana yang terkumpul akan digunakan sebagai akomodasi perjalanan selama di Jakarta.

“Alhamdulillah, kekuatan doa temen-temen akhirnya saya bisa bawa suami saya berobat ke Jakarta, semoga suami saya bisa sembuh. kami berharap mempunyai masa depan yang cerah, termasuk membesarkan anak-anak kami hingga bisa menjadi orang yang terdidik,” harapnya.

Advertisement

Penulis : Jihan Andinih

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG