Connect with us

Bontang

Cerita Komandan Upacara HUT RI ke-78 di Bontang, Sempat Was-Was saat Ditunjuk

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Lettu Arhanud (Letnan Satu Artileri Pertahanan Udara) Taufik Muslimin, jadi salah satu orang yang mengambil peran penting dalam suksesnya pelaksanaan upacara pengibaran bendera di Stadion Bessai Berinta pada 17 Agustus lalu. Pria kelahiran Nganjuk, 9 Oktober 1979 itu dipercaya menjadi komandan upacara peringatan HUT RI ke-78 di Kota Bontang.

Dua puluh empat tahun berkarir di kemiliteran dan terlibat di berbagai kegiatan, Lettu Taufik mengaku was-was saat ditunjuk menjadi komandan upacara (Danup). Terlebih ia baru kali pertama bertugas di Kalimantan.

“Suatu kehormatan ditunjuk sebagai Danup, walaupun waktu itu juga was-was tapi mudah-mudahan kuat,” terang Lettu Taufik saat ditemui, Jumat (18/8/2023).

Lettu Arhanud (Letnan Satu Artileri Pertahanan Udara) Taufik Muslimin, bersama keluarga.

Demi kelancaran upacara, ayah dari dua orang anak ini tidak ingin melewatkan hal-hal kecil yang bisa berpengaruh pada pelaksanaan upacara. Pria yang menjabat sebagai perwira seksi logistik Denarhanud Rudal 002 Bontang ini selalu menyempatkan diri untuk latihan. Seperti cara memegang pedang dan berjalan.

“Mengingat-ingat lagi, meski masuk bagian keseharian, tapi perlu penyesuaian lagi. Latihan biar nyaman bawa pedang. Soalnya kan jari dililit tali, biar tidak mati rasa makanya perlu penyesuaian. Biar nyaman berdiri lama. Kalau hal-hal kecil diabaikan, nanti bisa berpengaruh saat pelaksanaan,” sambungnya.

Advertisement

Ia mengisahkan perjalanannya bertugas di Kota Taman. Sekira Juli 2021 lalu ia bertolak dari Semarang ke Bontang.

“Ini baru pertama kali pindah tugas jauh ke Kalimantan, boyong semua keluarga. Sebelumnya hanya penugasan di Halmahera, Maluku Utara tahun 2001 dan Pulau Buru tahun 2003. Masing-masing hanya 9 bulan,” terangnya.

Semula ia beranggapan Kota Bontang hanyalah kota kecil dengan fasilitas yang belum memadai. Namun semua terbantah saat menginjakkan kaki di kota gas dan kondensat ini. Sarana prasarana lengkap dan terjangkau. Ia pun mencoba meyakinkan istri dan anaknya untuk tidak khawatir bermukim di Bontang.

Baca Juga  Buaya Riska Mau Direlokasi, Ambo Minta Ganti Rugi; Jangan Matikan Rejekiku

“Meski hari-hari video call, tapi saat dilihat dari maps kan di sini tampaknya hijau. Tapi rasa penasarannya terbayar waktu sampai di sini. Istri senang karena di sini semua tersedia dan ke mana-mana dekat. Saat ini istri sudah kerja di klinik, anak juga sekolah di SMA Negeri 1 dan SD Negeri 003 Bontang Utara. Alhamdulillah keluarga cepat kerasan dan mudah beradaptasi,” pungkasnya.(*)

Advertisement

Penulis: Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG

Advertisement