Connect with us

Bontang

Bukan Orang Bontang, Pengamen Berkostum Spiderman Cs Diperintah Bosnya ?

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) mensinyalir aktivitas pengamen berkostum badut yang meresahkan pengguna jalan terkoordinir. Kuat dugaan ada bos di balik ramainya para badut berkostum cosplay di sejumlah titik keramaian.

Kepala Satpol-PP Bontang Ahmad Yani mengatakan, indikasi mereka terkoordinir ditengarai saat terjaring
razia belum lama ini. Dari beberapa yang diangkut anak buahnya, pengamen mengaku berasal dari luar Bontang.

“Badut kostum Joker dari Tarakan, Spiderman dari Samarinda, dan badut beruang juga,” ungkapnya, Jumat (30/9/2022).

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Cerdas, Kritis, Jenaka (@bekesahdotco)

Advertisement

Baca Juga  Spiderman dan Joker Ditangkap di Bontang

Kendati demikian, dari pengakuannya mereka beralasan bekerja sendiri-sendiri. Tanpa dikomandoi. “Makanya kami sita kostumnya, kalau nanti ada yang ambil terus bersama bosnya berarti kan jelas ini memang terkoordinir,” bebernya.

Sejauh ini Satpol-PP masih mendalami maraknya pengamen berkostum badut ini. Pasalnya, di Samarinda, semua pengamen badut terorganisir oleh satu orang.
“Masih kami cari tahu apakah ada bosnya. Nggak mungkin mereka dari luar bisa bertahan lama di sini kalau tidak ada yang organisir,” pungkasnya.

Belakangan, memang sejumlah pengamen badut ramai memenuhi jalan protokol di Bontang. Kemunculan mereka menuai pro dan kontra.

Namun, jika pada merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat. Mereka terbukti melanggar.

Advertisement

Di mana pada Pasal 18 huruf A berbunyi, meminta sumbangan, pengemis, atau pengamen di jalan, persimpangan lampu merah, jalan umim, area perkantoran, taman, dan tempat umum.

Sejumlah badut juga ditemukan beraksi dengan meghirup lem. Dari pengakuan mereka, hirupan lem bisa membuat mereka tampil lebih percaya diri, dan tahan untuk berjoget mencari nafkah.

Penulis : Ahmad Nugraha