Connect with us

Bontang

Bontang Sering Diguyur Hujan, dr. Nita Ingatkan Waspada DBD

Published

on

BEKESAH.co- Memasuki musim hujan, masyarakat Kota Bontang harus lebih waspada terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, salah satunya Demam Berdarah Dengue (BDB).

Hal itu diungkapkan Dokter Umum Polkes Kodim Bontang, dr. Jasa Nita Listiana saat dihubungi Kamis (16/7/2020).

Sama seperti Covid-19, kata dr. Nita, penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Setiap tahun, banyak pasien meregang nyawa akibat penyakit tersebut.

Advertisement

Pada 2019 lalu, penderita DBD di Kota Bontang mencapai 651 orang. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Dokter Umum Polkes Kodim Bontang, dr. Jasa Nita Listiana

“Air yang menggenang akibat hujan dapat menjadi surga bagi nyamuk untuk berkembang biak dengan luluasa. Sehingga berpotensi terhadap perkembangan nyamuk demam berdarah,” paparnya.

Ia pun mengimbau agar warga Bontang menjaga pola hidup sehat, terlebih wabah corona virus juga jadi ancaman. Mengatasi penyakit DBD, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Tentunya menerapkan gerakan 3M.

Menguras bak penampungan air seminggu sekali dan menyikat kamar mandi. Menutup tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk. Mengubur barang-barang yang tidak terpakai yang bisa berpotensi menimbulkan genangan.

Selain tiga gerakan 3M tersebut, dr. Nita juga menyarakan untuk melakukan kegiatan pencegahan DBD dengan cara, menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk. Menggunakan kelambu saat tidur. Menaruh ikan di penampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Advertisement

“Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus menjadi salah satu langkah yang efektif dalam meminimalkan penyebaran virus yang dibawa melalui gigitan nyamuk aedes aegypti,” jelasnya.

Baca Juga  Sengketa Lahan Kelurahan Lok Tuan, DPRD Serahkan ke Pemkot

Penulis : Maimunah Afiah