Connect with us

Bontang

Beras Basah Harus Diseriusi Pemkot Bontang jadi Objek Wisata Bahari Andalan

Published

on

Mewujudkan Sapta Pesona pada Pulau Beras Basah sebagai Industri Pariwisata Bahari

Oleh: Alfin Rausan Fikry

Bontang adalah salah satu kota yang terletak di timur pulau Kalimantan dengan luas geografinya dikisaran 75% meliputi lautan dan 25% adalah daratan, sehingga Kota Bontang sangat berpotensi untuk menjadi kota maju yang berdaya saing melalui sektor maritim, salah satunya melalui sektor Industri Pariwisata Bahari. Pulau Beras Basah, kawasan yang begitu besar berpeluang untuk dijadikan objek Sapta Pesona dan Industri Pariwisata Bahari yang dimiliki Kota Bontang, pulau yang terletak kurang lebih 11 Km dari pusat Kota Bontang ini harus ditempuh melalui akses penyebrangan kapal laut yang memakan waktu kurang lebih 1 jam dari Pelabuhan Tanjung Laut Indah.

Namun ada berbagai aspek yang perlu ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Bontang untuk mewujudkan Sapta Pesona Pulau Beras Basah pada Kawasan Wisata Bahari yang mampu berdaya saing. Untuk mewujudkannya, ada beberapa indikator yang harus terpenuhi diantaranya:

  1. Aksesibilitas

Angkutan menuju objek wisata sangat berpengaruh pada keterjangkauan dan kemudahan wisatawan dalam mencapai lokasi objek wisata, untuk itu perlu adanya ketetapan dari instansi terkait untuk menetapkan pelabuhan-pelabuhan mana yang dapat mengakses wisatawan untuk sampai ke Pulau Beras Basah, misalnya Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Kampung Selambai, Pelabuhan Prakla Berbas Pantai, dll. Selain itu instansi terkait bekerjasama dengan warga sekitar untuk menyepakati biaya dalam mengakses kapal laut yang akan digunakan, tujuannya jelas agar wisatawan tidak bingung jika ingin berkunjung ke Pulau Beras Basah.

  1. Keamanan & Keselamatan

Aspek Keamanan dan Keselamatan meliputi kelayakan alat transportasi yang digunakan oleh wisatawan dalam hal ini adalah kapal laut, apakah layak dan memenuhi standar misalnya ketersediaan pelampung, ketersediaan mekanisme komunikasi tanggap darurat, dan ketersediaan semacam Posko Pelaporan . Selain itu keamanan juga dimaksudkan agar para wisatawan mendapatkan rasa aman baik dari kejahatan, sikap masyarakat, maupun sarana fasilitas yang terpelihara dan berfungsi dengan baik.

  1. Kebersihan

Kriteria ini adalah memastikan bahwa objek wisata terbebas dari binatang yang berpotensi membawa penyakit, kebersihan toilet, memastikan peralatan toilet lengkap, dan memastikan kebersihan tempat sampah.

  1. Kesehatan

Aspek ini meliputi peralatan kesehatan, memastikan pengelolaan minuman serta makanan yang bersih dan higenis, serta kesiapsiagaan menangani apabila wisatawan megalami cedera dan kesehatan di area wisata.

  1. Fasilitas

Dalam aspek ini ada kriteria yang mesti ditingkatkan di Pulau Beras Basah, yaitu musholla yang gelap karena tidak tersedianya lampu. Juga ada beberapa kriteria yang dapat dihadirkan di objek wisata tersebut adalah toilet yang bersih, tempat sampah, jaringan WiFi dan fasilitas untuk difabel.

  1. Infrastruktur

Infrastruktur adalah pembangunan yang dapat dikomersilkan seperti wahana bermain anak, Villa/glamping ,  Foodcourt/Pujasera, gazebo, dan penyewaan fasilitas bagi wisatawan yang ingin berkemah/camping di Pulau Beras Basah. Adapun infrastruktur penting yang mesti dibangun oleh Pemerintah Kota Bontang untuk menunjang kenyamanan wisatawan, yaitu penyediaan saluran air bersih dan ketersediaan listrik.

  1. Pelayanan

Ini sangat penting dan berkaitan erat dengan pariwisata, para wisatawan yang hadir harus mendapatkan rasa aman, nyaman, dan keramah-tamahan dari masyarakat, sehingga para wisatawan mendapat kesan bahwa mereka dapat diterima di lingkungan objek wisata tersebut dan mendapat pelayanan yang baik.

  1. Ramah Lingkungan

Kemudian aspek yang perlu menjadi catatan adalah Ramah Lingkungan yang meliputi pemakaian alat-alat yang ramah lingkungan atau mengurangi pemakaian alat sekali pakai yang berbahan plastik dan pengelolaan sampah dan limbah cair yang ramah lingkungan.

Delapan aspek di atas apabila dapat dikelola dengan baik maka bukan tidak mungkin Kota Bontang dapat mewujudkan Wisata Bahari yang memenuhi aspek Sapta Pesona yang meliputi Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan, selain dapat mewujudkan Sapta Pesona, Pulau Beras Basah juga sudah sangat memenuhi indikator Sertifikasi CHSE, yaitu Cleanliness (Kebersihan), Healthy (Kesehatan), Safety (Keselamatan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Dan keuntungan yang didapat untuk Kota Bontang tentu saja sistem management industri pariwisata yang rapi, dan tentu saja muaranya adalah Kota Bontang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui industri pariwisata berbasis sektor maritim.

Namun untuk mewujudkan pariwisata yang sangat baik tentu Pemkot Bontang dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata membutuhkan anggaran yang sangat besar dan bisa saja melakukan kerjasa dengan pihak swasta sebagai pengelola, kerjasama dengan berbagai instansi yang berkaitan yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informasi, BPBD, Polres Bontang, BMKG, dan yang terpenting Media & Influencer juga sangat dibutuhkan untuk mengembangkan industri ini.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Cerdas, Kritis, Jenaka (@bekesahdotco)

Advertisement

2022 © Bekesah.co