Connect with us

Bontang

Beli Elpiji Harus Bawa KTP, Warga Ngeluh, Anggota Dewan Minta Dikaji

Published

on

BEKESAH.co, Bontang – Stok gas elpiji 3 kilogram sudah tidak langka seperti kemarin. Namun tidak dapat dipungkiri jika masyarakat masih kesulitan menemukan gas melon ini. Bahkan ada yang membeli dengan harga Rp 35 ribu per tabung

Yanti (35) warga RT 1 Kelurahan Bontang Baru, mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan gas. Hal ini tentu menyulitkan dirinya yang notabenenya penjual pentol.

“Masih susah. Karena di langganan saya dijatah, jadi kadang saya tidak dapat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela berjualan, di kawasan Jalan DI Pandjaitan, Senin (10/7/2023).

Lebih lanjut Yanti mengatakan ia mendapatkan gas elpiji melon di harga Rp 28 ribu per tabung. Menurut Yanti sendiri, harga gas tidak ada kenaikan. Sebab selama ini ia membeli gas di harga tersebut.

Advertisement

“Kalau di langganan saya sih dari dulu harganya segitu, tidak naik dan tidak turun. Alhamdulillah saya juga belinya tidak ada setor KTP atau KK,” imbuhnya.

Lain halnya dengan Santoso (52), warga Kelurahan Gunung Elai yang juga mengaku susah mendapatkan elpiji 3 kilogram. Pria yang juga berprofesi sebagai tukang kebun ini bahkan mengatakan dirinya membeli elpiji melon yang dibanderol dengan harga Rp 35 ribu per tabungnya.

“Masih susah. Kalau pun nemu, harganya Rp 30 ribuan. Kemarin saya dapat di harga Rp 35 ribu,” ungkapnya.

Dilanjutkan Santoso, dirinya menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari. Pun demikian dirinya tidak menampik akan susahnya mencari gas elpiji.

Advertisement

“Kemarin saya sempat pakai arang 3 hari,” tambahnya.

Terkait skema pembelian, Santoso membenarkan adanya permintaan menyetor fotokopi KTP saat pembelian. Namun meski begitu, dirinya tidak keberatan akan skema ini. Hanya saja ia berharap stok elpiji melon tidak sulit ditemukan.

Baca Juga  Gegara Laju, Mobil Tabrak Pohon, Terbalik di Dekat Gedung NU Bontang

“Kita tidak muluk-muluk sih. Kita tidak masalah kalau beli mesti setor KTP, yang penting stoknya ada. Jadi pas gas kami di rumah habis dan mau beli tuh ada,” tukasnya.

Sementara itu, anggota komisi 3 DPRD Bontang, Faisal secara terpisah menanggapi skema pembelian elpiji 3 kilogram dengan menyetor KTP dinilai bagus. Sebab diketahui tujuan dari skema tersebut adalah agar distribusi elpiji 3 kilogram tepat sasaran. Dengan menyetor KTP, kemudian diinput di aplikasi mypertamina, pembeli elpiji 3 kilogram diketahui sesuai sasaran subsidi. Namun, menurutnya hal ini perlu ditinjau ulang. Mengingat belum semua masyarakat yang memahami skema pembelian elpiji tersebut.

Advertisement

“Saya rasa bagus jika memang tujuannya seperti itu. Namun perlu ditinjau ulang, apalagi kalau pembelian melalui aplikasi. Karena tidak semua masyarakat menggunakan smartphone. Kalaupun menggunakan, belum semuanya juga yang paham cara pembelian melalui aplikasi,” imbuhnya.

Penulis : Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG

Advertisement