Connect with us

Kisah Inspirasi

Belajar dari Semangat Pasangan Suami Istri Pemilik Uttara Coffea, Jatuh Bangun Rintis Usaha

Published

on

Pasangan Suami Istri Denny dan Ratna bersama sang buah hati Daniya.

BEKESAH.co, Bontang– Tempat nongkrong kekinian rasanya sudah tidak sulit lagi ditemukan. Di Bontang sendiri, kafe kekinian bisa ditemukan hampir di setiap ruas jalan. Berbagai inovasi dituangkan para penggiat bisnis food and beverages (f&b) untuk menarik minat konsumen. Salah satu yang tidak sepi peminat di Kota Taman ada Uttara Coffee. Dengan menyediakan berbagai menu kekinian, Uttara Coffee menjadi pilihan para kawula muda untuk menikmati waktu senggang.

Seperti kafe pada umumnya, menu andalan Uttara Coffe adalah sajian kopinya yang beragam. Mulai dari espresso, manual brew, hingga latte. Tidak hanya dari pilihan menu kekinian, Uttara Coffee pun menyediakan tempat yang comfy. Uttara pun cocok untuk menjadi tempat diskusi. Dengan ruangan yang didesain open space, memungkinkan untuk banyaknya orang berkumpul. Tak jarang, Uttara Coffee menjadi tempat yang dituju untuk para pekerja melepas penat di jam istirahat siang.

Pasangan suami istri, Deny Ramadhan dan Ratna Yasin, owner Uttara Coffee berhasil mempertahankan usaha yang dirintisnya meski berbagai ujian harus dihadapi.

Ratna mengungkapkan kafe yang dijalankannya bersama suami tidak banyak berbeda dengan kafe-kafe pada umumnya. Dengan Deny,  sang suami, yang piawai dalam meracik minuman, menjadikan Uttara mampu menghadirkan menu-menu kekinian.

“Sempat sulit, karena awalnya suami ingin idealis dengan suguhan kopi. Tapi saat saya melihat pasar, saya mendorong suami untuk menhadirkan minuman cewek,” tuturnya saat ditemui pada Minggu (18/6/2023).

Advertisement

Di balik Uttara yang tidak sepi pengunjung, siapa sangka jika dalam perjalanannya mengalami banyak jatuh bangun. Bahkan kafe yang terletak di kawasan Pattimura, Kelurahan Api-Api ini berulang kali hampir tutup.

“Sempat sulit karena efek pandemi. Kami juga saat itu memberi pilihan ke karyawan. Karena di satu sisi kami sulit bertahan, tapi di sisi lain juga mereka menggantungkan hidup di sini. Makanya kami tidak memberhentikan karyawan. Dan alhamdulillah mereka loyal dan bertahan,” terangnya.

Baca Juga  Pukau Juri di FLS2N Provinsi, Siswi SD 2 YPK Bontang Melaju ke Nasional

Lebih lanjut Ratna mengatakan sejatinya yang membuat omset kafe berhasil melesat adalah sajian sederhana Indomie.

“Kami pede dengan menu kami yang tidak neko-neko. Malah pas lagi sulitnya kemarin, yang bikin omset melesat naik itu cuma menu Indomie. Indomie kami sajikan dengan beberapa kondimen kekinian,” katanya.

Tidak hanya mengembangkan bisnisnya, Ratna juga mengungkapkan bahwa dirinya dan suami tak jarang turut membantu perintis usaha di bidang yang sama. Karena baginya, dirinya akan melakukan yang ia bisa. Dirinya tidak takut dengan persaingan, karena itu hal yang biasa.Meski dengan pencapaian yang telah diraihnya bersama suami,  tapi Ratna mengaku tidak ingin terlalu menonjol.

Advertisement

“Saya ini hanya jualan indomie. Ketimbang dikenal karena kekayaan dan pencapaian, kami lebih senang dan lebih ingin dikenal karena kekayaan batin,” ungkap ibu satu anak ini.

Hal yang menjadi penyemangat ia dan suami adalah kehadiran sang anak. Di mana anaknya terlahir berkebutuhan khusus dengan total sepuluh kekurangan. Bahkan Ratna menyebut sang anak divonis dokter tidak bisa jalan seumur hidupnya. Namun melihat semangat hidup sang anaklah yang menjadi titik balik semangatnya.

“Di saat kafe lagi sulit-sulitnya, di tahun yang sama juga kami diuji dengan keadaan anak saya. Yang bahkan fokus saya terpaku terus ke anak saya. Setiap detiknya sangat berarti untuk hidupnya. Saya rela tidak ke kamar mandi, hanya untuk menjaga dia,” tuturnya saat mengenang kembali perjuangannya bersama suami.

Dengan segala pahit yang telah dilalui, Ratna merasa sangat bersyukur bisa berada di titik sekarang. Dirinya tidak mengharapkan apapun selain kebahagiaan keluarga, terutama anaknya. Namun demikian, kafe yang ia dan suami rintis masih berjalan hingga saat ini dengan delapan orang karyawan.

Baca Juga  Ketika Anak Adopsi di Belanda Mencari Orang Tua Kandung (1)

“Banyak bersyukur, bahkan pada hal sekecil apapun itu. Cukup berharap cinta dan kasih dari Allah, maka semuanya akan dimudahkan. Saya hanya penjual indomie, dan anak saya terlahir dengan kekurangan. Tapi di balik itu semua, saya bersyukur bisa berada di titik sekarang,” tutupnya.

Advertisement

Penulis : Ananda Putri Aisyah

Dapatkan update informasi Bekesah.co seputar Bontang dan Kalimantan Timur dengan bergabung di Whatsap grup ini. Cukup klik link di bawah ini

https://chat.whatsapp.com/L4DcfLR9YvdDkNKiF2cCPG